Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB Minta Maaf Atas Wabah Kolera 2010 di Haiti


Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam pembicaraan reunifikasi Siprus di Swiss (7/11). (Reuters/Pierre Albouy)

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam pembicaraan reunifikasi Siprus di Swiss (7/11). (Reuters/Pierre Albouy)

Permintaan maaf Ban tidak menyebutkan bahwa para penjaga perdamaian PBB membawa penyakit yang berpotensi fatal itu ke Haiti.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta maaf pada rakyat Haiti hari Kamis (1/12), lebih dari enam tahun setelah penjaga perdamaian PBB dipersalahkan atas epidemi maut kolera di negara pulau tersebut.

"Atas nama Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya ingin mengatakan dengan sangat jelas: Kami meminta maaf kepada rakyat Haiti," ujar Ban dalam pertemuan informal para negara anggota PBB.

"Kami tidak melakukan cukup upaya terkait wabah kolera dan penyebarannya di Haiti. Kami sangat menyesal atas peran kami," tambahnya.

Pernyataan sekjen itu langsung ditujukan pada rakyat Haiti, dan dia meminta maaf dalam bahasa Inggris, Kreol dan Perancis.

Permintaan maaf Ban, yang paling lugas sampai saat ini, tidak menyebutkan bahwa para penjaga perdamaian PBB membawa penyakit yang berpotensi fatal itu ke Haiti.

"Hal ini membayangi hubungan PBB dan rakyat Haiti," ujarnya. "Ini menodai reputasi penjaga perdamaian PBB dan organisasi ini di seluruh dunia.

Para penjaga perdamaian dari Nepal, yang dikirim untuk membantu pemulihan gempa bumi dahsyat tahun 2010 di Haiti, diyakini secara luas telah mengkontaminasi cabang Sungai Artibonite dengan kolera.

Sungai itu adalah sumber air utama negara itu bagi puluhan ribu warga Haiti. Lebih dari 9.000 orang meninggal karena penyakit tersebut, yang dapat menyebabkan diare dan muntah-muntah parah, dan sekitar 800.000 orang sakit karenanya. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG