Tautan-tautan Akses

Sekjen NATO: Gencatan Senjata Kunci bagi Perdamaian di Suriah


Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: dok)

Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: dok)

Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Kamis (21/4) mengatakan gencatan senjata selama hampir dua bulan di Suriah masih goyah, tetapi ini merupakan peluang terbaik untuk mengupayakan solusi damai bagi krisis di negara tersebut.

Gencatan senjata antara pasukan pro-pemerintah dan pejuang oposisi mulai berlaku pada akhir Februari, dan dianggap luas mampu mengurangi dengan tajam pertempuran di Suriah. Tetapi kedua pihak telah melaporkan sejumlah pelanggaran, termasuk meningkatnya pertempuran dalam beberapa pekan belakangan.

Stoltenberg berbicara di hadapan konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di Ankara.

Ia menyatakan meskipun Rusia Maret lalu mengumumkan mengenai penarikan sebagian pasukan militernya dari Suriah, Rusia “masih mempertahankan keberadaan militer yang cukup besar” untuk mendukung pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Stoltenberg juga menyambut baik keikutsertaan Turki dalam upaya-upaya internasional untuk menaklukkan kelompok militan ISIS, termasuk dengan mengizinkan Pangkalan Udara Incirlik, Turki, digunakan oleh koalisi pimpinan Amerika yang melancarkan serangan udara terhadap militan. Pesawat-pesawat tempur Turki ambil bagian dalam serangan udara di Turki, tetapi tidak di Irak. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG