Tautan-tautan Akses

Sedikitnya Lima Orang Ditangkap Terkait Ledakan Pesawat Penumpang di Somalia


Lubang di badan pesawat yang dioperasikan oleh Daallo Airlines di bandara di Mogadishu, Somalia, 2 Februari 2016.

Lubang di badan pesawat yang dioperasikan oleh Daallo Airlines di bandara di Mogadishu, Somalia, 2 Februari 2016.

Sumber-sumber inteljen Somalia hari Sabtu (6/2) mengatakan pihak berwenang Somalia telah menangkap sedikitnya lima orang guna diinterogasi terkait ledakan di tengah perjalanan pesawat penumpang pekan ini, yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya.

Dalam sebuah konferensi pers di Mogadishu hari Sabtu, Menteri Urusan Penerbangan Somalia Ali Ahmed Jangali memastikan penangkapan itu dan mengatakan ledakan hari Selasa (2/2) yang menimbulkan lubang di salah satu sisi pesawat milik maskapai penerbangan Daallo Airlines Airbus itu disebabkan oleh bom, bukan karena kegagalan mekanik.

Seorang pejabat senior keamanan Somalia mengatakan kepada VOA, FBI membantu Somalia dalam penyelidikan itu.

Ledakan itu memaksa pilot pesawat, yang terbang menuju Djibouti dengan 74 penumpang, melakukan pendaratan darurat sekitar 15 menit setelah lepas landas dari Mogadishu.

"Sedikitnya lima orang ditangkap, dua di antaranya diduga membantu tersangka pembom," ujar seorang pejabat Badan Inteljen Somalia kepada VOA.

Staf bandara Mogadishu dan maskapai Daallo Airlines termasuk diantara mereka yang ditangkap, dan menurut pejabat itu bakal ada lebih banyak lagi yang akan ditangkap. Pejabat itu menolak disebutkan namanya.

Rekaman video dari kamera keamanan menunjukkan kegiatan mencurigakan oleh dua petugas bagasi di bandara dan beberapa staf maskapai penerbangan itu.

Seorang laki-laki tewas terlempar keluar pesawat akibat tekanan kabin melalui lubang di bagian badan pesawat, yang terjadi akibat ledakan bom itu. Laki-laki itu diidentifikasi sebagai Abdullahi Abdisalam Boorle.

Menteri Urusan Penerbangan Somalia Ali Ahmed Jangali menolak mengatakan apakah Boorle terkait dengan serangan itu, dengan mengatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut.

Mantan Direktur Badan Inteljen Somalia Ahmed Moalliim Fiqi sebelumnya mengatakan kepada VOA bahwa bentuk serangan dan bukti-bukti mengarahkan "serangan bom yang direncanakan" terhadap pesawat itu. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG