Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 32 Tewas dalam Kerusuhan di Suriah


Para demonstran anti-pemerintah menuntut mundurnya Presiden Suriah Bashar al-Assad di Kafranbel pasca shalat Jumat (30/12).

Para demonstran anti-pemerintah menuntut mundurnya Presiden Suriah Bashar al-Assad di Kafranbel pasca shalat Jumat (30/12).

Korban tewas terjadi hari Jumat (30/12), sementara tim pemantau Liga Arab mengunjungi sejumlah lokasi untuk memeriksa situasi di Suriah.

Para aktivis mengatakan pasukan Suriah menewaskan sedikitnya 32 orang hari Jumat, sewaktu tim monitor Liga Arab mengunjungi sejumlah lokasi untuk memeriksa kepatuhan pemerintah dengan kesepakatan untuk mengakhiri penumpasan terhadap para pembangkang.

Kelompok oposisi Komite Koordinasi Lokal Suriah mengatakan jatuhnya korban tewas terjadi setelah pasukan melepaskan tembakan pada para pengunjukrasa anti-pemerintah di sejumlah lokasi.

Para aktivis dan saksi mengatakan ratusan ribu orang berunjukrasa di seluruh Suriah, mendesak Presiden Bashar Al-Assad untuk mengundurkan diri.

Sementara itu kantor berita Suriah, SANA, memasang foto-foto para pendukung Presiden Bashar Al-Assad yang mengibarkan bendera dalam unjukrasa persatuan nasional di sejumlah kota, termasuk Damaskus dan Homs.

SANA juga mengatakan tim pemantau Liga Arab mengunjungi daerah sekitar Hama, di mana pada salah satu perhentian bertemu dengan sejumlah pasien yang terluka di sebuah rumah sakit.

Kantor berita itu mengatakan tim lainnya mengunjungi daerah pinggiran Damaskus dan sekitarnya di kawasan Homs. Sekitar 60 anggota tim pemantau berada di Suriah.

Jumat pagi – Rusia selaku sekutu Suriah mengatakan, “puas” dengan hasil pendahuluan misi pemantau itu. Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyatan mengatakan, situasi di kota Homs yang bergolak “tampaknya melegakan”, berdasarkan laporan awal tim pemantau.

PBB juga mengatakan penting agar tim pemantau memperoleh “akses yang tidak dibatasi dan kerjasama penuh” dari pemerintah Suriah.

XS
SM
MD
LG