Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 12 Tewas Akibat Longsoran Salju Gunung Everest

  • Anjana Pasricha

Dalam foto tertanggal 17/5/2006 ini Takako Arayama, 70, tercatat sebagai orang tertua yang mencapai puncak Gunung Everest. Musibah Gunung Everest pada 18/4/2014 merenggut setidaknya 12 nyawa.

Dalam foto tertanggal 17/5/2006 ini Takako Arayama, 70, tercatat sebagai orang tertua yang mencapai puncak Gunung Everest. Musibah Gunung Everest pada 18/4/2014 merenggut setidaknya 12 nyawa.

Paling sedikit 12 pemandu pendaki gunung tewas akibat salju longsor di Gunung Everest, kecelakaan yang paling mematikan di gunung tertinggi di dunia itu belakangan ini.

Jumat dini hari ketika salju longsor yang mematikan itu menimpa para pemandu pendaki gunung yang berkemas mengangkut perbekalan dan menyiapkan tali yang diperlukan bagi para pendaki gunung dari luar negeri.

Dipendra Paudel dari Kementerian Pariwisata Nepal Bidang Pendakian Gunung mengatakan semua korban adalah penduduk setempat.

“Waktu itu pukul 6.30 pagi. Terjadi salju longsor dan mengubur semua orang. Para pendaki gunung membawa peralatan memasak ke kemah di kawasan pendakian. Tidak ada pendaki asing. Salju longsor terjadi di antara base camp dan first camp,” kata Paudel.

Lebih dari 50 orang, termasuk tentara dan polisi, turut dalam usaha penyelamatan di lereng gunung yang tinggi. Paling sedikit tiga emandu di tarik dari bawah salju dan dibawa dengan helikopter ke Kathmandu.

Para pendaki mengatakan salju longsor itu melanda pada tingkat yang relatif rendah di suatu daerah yang dikenal sebagai “ladang berondong jagung”.

Kecelakaan hari Jumat itu adalah yang terburuk belakangan ini, -- dalam tahun 1996, delapan pendaki gunung hilang dalam salju longsor.

Bencana hari Jumat itu terjadi pada permulaan musim mendaki gunung Everest dan terjadi di apa yang disebut jalur Col Selatan, yang digunakan pendaki gunung yang berhasil menundukkan puncak gunungyang berketinggian 8,850 meter itu. Rute itu terus populer dikalangan para pendaki Barat.

Paudel mengatakan, saat ini base camp itu penuh sesak karena masa dua pekan dimulai pertengahan Mei, merupakan salah satu saat terbaik untuk mendaki gunung itu.
Para pendaki, pemandu lokal dan awak pendukung mendirikan kemah sekarang ini untuk menyesuaikan diri dengan iklim setempat.

“Lebih dari 1000 pendaki gunung berada di sana sekarang ini,” kata Paudel.

Selama bertahun-tahun, puncak gunung tertinggi itu menjadi sangat populer, dan sebagian orang mengatakan bahkan sangat ramai. Selama dua dasawarsa terakhir, jumlah pendaki gunung tahunan, sebagian besar warga asing, berjumlah dari 100 sampai 500.

Tahun lalu, ada laporan bahwa para pendaki harus bergilir untuk mendaki atau turun karena hampir 150 pendaki mencapai bentang terakhir dalam kurun waktu hanya beberapa jam.

Lebih dari 4000 orang telah mendaki gunung itu sejak tahun 1953, ketika gunung itu pertama kali berhasil ditaklukkan.
Dalam upaya menaklukkan puncak gunung Everest itu ratusan orang telah tewas termasuk pendaki dan pemandu.
XS
SM
MD
LG