Tautan-tautan Akses

AS: Sedikitnya 105 Tewas dalam Serangan Udara di Mosul


Sebuah keluarga berusaha mengungsi untuk menghindari pertempuran pasukan Irak dengan militan ISIS di Mosul (foto: dok).
Sebuah keluarga berusaha mengungsi untuk menghindari pertempuran pasukan Irak dengan militan ISIS di Mosul (foto: dok).

Serangan udara Amerika terhadap jihadis Muslim di Mosul, Irak, dua bulan lalu menewaskan setidaknya 105 warga sipil setelah secara tidak sengaja serangan itu meledakkan timbunan senjata ISIS. Demikian dikatakan juru bicara militer Amerika hari Kamis (25/5).

"Ledakan sekunder itu memicu ambruknya struktur, menewaskan dua penembak gelap ISIS, 101 warga sipil yang berlindung di lantai bawah struktur itu dan empat warga sipil dalam bangunan di dekatnya," ujar Brigadir Jenderal Angkatan Udara Matt Isler.

Pada 17 Maret, bom seberat 227 kg dijatuhkan ke gedung itu oleh pesawat Amerika untuk membunuh hanya ke dua penembak jitu, tetapi jihadis ISIS menempatkan bahan peledak di seluruh bangunan itu, yang kemudian memicu ledakan tersebut.

Menurut Isler, tidak ada orang yang terlibat serangan itu menyadari ada warga sipil, atau bom yang ditempatkan pejuang ISIS, di dalam gedung itu. Ia mengatakan, keberadaan 36 warga sipil lainnya masih belum diketahui.

Kematian tersebut sekitar seperempat jumlah warga sipil yang terbunuh oleh serangan udara Amerika sejak tahun 2014.

Amerika sebelumnya mengatakan "mungkin" menyebabkan kematian warga sipil, tetapi pengumuman hari Jumat itu adalah klaim tanggungjawab resmi yang pertama. [ka/al]

XS
SM
MD
LG