Tautan-tautan Akses

AS

Sebuah Kota di Nevada Dijual Seharga $8 Juta


Peserta karnaval di Gurun Pasir Black Rock di Nevada. (Foto: Ilustrasi)

Peserta karnaval di Gurun Pasir Black Rock di Nevada. (Foto: Ilustrasi)

Satu-satunya yang tidak dijual adalah warga kota itu sendiri, yang beberapa diantaranya memiliki rumah pribadi, sebuah pusat kegiatan masyarakat dan pos pemadam kebakaran sukarela.

Membeli sebuah kota kini semudah membeli lahan seluas 500 hektar yang terletak sekitar 113 kilometer dari selatan Las Vegas, dari pendiri kota bernama Cal-Nev-Ari itu..

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa Nancy Kidwell menawarkan seluruh kota itu seharga US$8 juta atau sekitar Rp 10,6 milyar. Ia pernah berupaya menjual properti di kota itu pada tahun 2010 senilai $17 juta, tetapi tidak seorang pun tertarik membelinya.

Kini perempuan berusia 78 tahun itu menurunkan harga kota itu, termasuk properti seperti kasino Cal-Nev-Ari, kedai makanan, toko serba ada, motel dengan 10 kamar tidur, tempat parkir kendaraan jenis RV dan landasan pesawat terbang.

Satu-satunya yang tidak dijual adalah warga kota itu sendiri, yang beberapa diantaranya memiliki rumah pribadi, sebuah pusat kegiatan masyarakat dan pos pemadam kebakaran sukarela yang dibangun oleh Clark County.

Kidwell dan suaminya Slim membangun kota itu tahun 1965 ketika hanya berbentuk satu petak tanah berukuran sangat luas yang terletak di tepi jalan raya US 95.

Kota itu kini dihuni oleh sekitar 350 orang, tetapi Kidwell mengatakan sudah tidak lagi bisa mempertahankan kota itu. Suaminya Slim meninggal tahun 1983 dan setelah Kidwell menikah lagi, suami keduanya juga meninggal tahun 2011, sehingga ia harus mengelola sendiri kota itu seorang diri.

“Sudah tiba saatnya bagi seseorang untuk melakukan sesuatu atas kota ini”, ujar Nancy Kidwell. Ditambahkannya “51 tahun mengelola kota ini sudah cukup lama”.

Pialang Fred Marik mengatakan nilai utama properti di kota itu adalah tanah, sementara bisnis di kota itu “seimbang saja” – tidak untung, tidak merugi. Ditambahkannya, ia telah memasarkan kota itu sebagai apa adanya. Kota itu tidak memiliki jalan beraspal, tetapi ada sumur air, sistem saluran pembuangan dan perusahaan utilitas.

Marik mengatakan sejauh ini ada beberapa orang yang menunjukkan minat. Mereka yang ingin membeli sedang mempertimbangkan untuk menjadikan kota itu sebagai tempat pensiun, proyek energi terbarukan, parkir motor dan kendaraan lain, sekolah yang mengajarkan bagaimana bertahan hidup, dan lain-lain. [em]

XS
SM
MD
LG