Tautan-tautan Akses

Presiden SBY-Jokowi Adakan Pertemuan Empat Mata di Bali


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) bersalaman dengan Joko "Jokowi" Widodo di Istana Presiden, Jakarta (20 Juli 2014).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) bersalaman dengan Joko "Jokowi" Widodo di Istana Presiden, Jakarta (20 Juli 2014).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan khusus empat mata, di Nusa Dua, Bali hari Rabu malam (27/8).

Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK, Akbar Faisal kepada VOA menjelaskan, salah satu agenda tersebut menyangkut proses transisi pemerintahan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015.

Akbar menjelaskan, "Pertemuan yang berlangsung malam ini, antara Presiden SBY dengan Presiden terpilih Joko Widodo membahas berbagai hal menyangkut tentang transisi kekuasaan, atau transisi pemerintahan dari pak SBY ke pak Jokowi. Nah poin penting yang akan dibicarakan ini menyangkut tentang RAPBN 2015. Karena seperti diketahui sejak dibicarakan RAPBN dan Nota Keuangan itu menyangkut ruang fiskal yang sangat-sangat menjepit bagi pemerintahan yang akan datang."

Akbar Faisal menambahkan, tim ekonomi Kantor Transisi Jokowi-JK sejak jauh hari telah menyiapkan materi pembahasan yang akan menjadi topik pembicaraan Jokowi kepada Presiden SBY.

"Tim yang menangani RAPBN sudah menyiapkan berbagai formulasi yang nanti akan dibicarakan (Jokowi) kepada Presiden SBY," tambah Akbar.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Presiden terpilih Joko Widodo memastikan 2 pokok pembahasan hanyalah seputar proses transisi pemerintahan yang akan berlangsung dan RAPBN 2015. Mengenai masalah subsidi dan kelangkaan BBM yang kini tengah dirasakan masyarakat, Jokowi belum dapat memastikan hal itu masuk menjadi pokok bahasan dengan Presiden SBY. Namun Presiden terpilih Jokowi menjelaskan, dirinya bersama tim transisi masih menghitung pengalihan subsidi BBM ke sektor produksi.

Jokowi mengatakan, "Mengalihkan subsidi BBM kepada usaha-usaha dan sektor-sektor produktif. Masih dalam kalkulasi. Masih dalam perhitungan. Perhitungan itu bukan hanya perhitungan ekonomi, tetapi juga dilihat dari kalkulasi sosial-politik. Semuanya dihitung."

Sementara itu, Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla berpendapat sudah saatnya pemerintah mengurangi subsidi BBM dan menaikkan harga BBM hingga mendekati harga keekonomian.

"Bagaimana menyelesaikan antri-antrian ini yang menyesakkan kita semua. Masa negeri seperti ini masih antri. Tidak ada cara lain, selain menaikkan harga BBM itu sendiri. Agar pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang yang memang tidak ada. Dan saya yakin masyarakat mau menerima karena yang punya mobil itu pasti punya uang."

Namun demikian, apapun pokok pembahasan antara SBY dengan Jokowi, peneliti senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Rahadi Teguh Wiratama kepada VOA menyampaikan apresiasinya atas tradisi politik yang baru di Indonesia.

"Harus dicatat juga bahwa SBY mentradisikan bertemu dengan presiden terpilih. Suatu tradisi politik di era reformasi ini belum pernah terjadi. Presiden yang lama hengkang dari istana, Presiden yang baru masuk kedalam istana tanpa bertemu muka dengan presiden yang lama. Ini adalah suatu tradisi politik yang saya kira positif. Meski tidak diatur dalam undang-undang tapi kita anggap ini adalah fatsun (tradisi) politik yang ke depan harus menjadi budaya politik baru. Bahwa Presiden yang sudah berakhir, partai pendukungnya kalah, dia harus menerima, kehadiran presiden baru yang dipilih oleh rakyat. Dan mulai mendiskusikan masa-masa transisi untuk keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara," papar Rahadi.

Sejumlah petugas gabungan dari Kodam IX/Udayana dan Kepolisian Daerah Bali mengamankan wilayah Nusa Dua, tempat berlangsungnya pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Terpilih Joko Widodo. Kodam IX/Udayana bersama dengan Polda Bali bersinergi dengan Pasukan Pengamanan Presiden untuk pengamanan presiden dan presiden terpilih itu.

Selain bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menghadiri pelaksanaan Global Media Forum dan Konferensi ke-6 Konferensi Aliansi Peradaban PBB atau (UNOAC),

XS
SM
MD
LG