Tautan-tautan Akses

Saudi Umumkan Penahanan 93 Tersangka ISIS


FILE - Saudi Interior Ministry spokesman Maj. Gen. Mansour al-Turki, shown listening to reporters' questions last week in Riyadh, says there have been five Islamic State-related attacks across the kingdom in recent months that have killed 15 civilians and

FILE - Saudi Interior Ministry spokesman Maj. Gen. Mansour al-Turki, shown listening to reporters' questions last week in Riyadh, says there have been five Islamic State-related attacks across the kingdom in recent months that have killed 15 civilians and

Arab Saudi mengumumkan penahanan 93 tersangka dengan kaitannya terhadap ISIS yang menurut Saudi, sedang merencanakan berbagai serangan terhadap Kedutaan AS, pasukan-pasukan keamanan dan berbagai daerah perumahan warga asing di Saudi.

Target-target yang disebut mirip dengan serangan-serangan al-Qaida di Saudi dari tahun 2004 hingga 2007 yang menewaskan puluhan orang dan mengancam stabilitas negara ini.

Menteri Dalam Negeri Mayjen Mansour al-Turki mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa pasukan keamanan Arab Saudi siap memberantas kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam tersebut. Saudi merupakan bagian dari koalisi AS yang mengebom target-target ISIS di Irak dan Suriah.

Ia mengatakan telah ada lima serangan terkait ISIS di Saudi dalam beberapa bulan terakhir yang menewaskan 15 warga sipil dan personil pengamanan. Tapi ia mengatakan Saudi pada dasarnya tidak menganggap serius ISIS yang mengancam akan memerangi pemerintah Saudi, menyerang kelompok minoritas Syiah, pasukan-pasukan keamanan dan warga asing yang tinggal di Saudi.

Al-Turki mengatakan sebuah penggerebekan di bulan Maret menghasilkan penahanan 65 orang yang diduga terlibat dalam rencana menargetkan dearah-daerah perumahan dan sejumlah penjara. Mereka juga diduga berencana melakukan serangan yang bertujuan untuk menciptakan keretakan sektarian. Semua di antaranya, kecuali dua orang, adalah warga Saudi.

Pihak berwenang juga menggagalkan plot bom bunuh diri terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh setelah mereka menerima informasi mengenai serangan tersebut pertengahan bulan Maret, katanya. Dua orang warga Suriah dan seorang warga Saudi ditahan dalam kaitannya dengan rencana serangan ini.

Waktu serangan yang direncakanan bersamaan dengan keputusan AS untuk menghentikan layanan konsuler selama seminggu mulai 15 Maret di kedutaan dan misi diplomatik di Jeddah dan Dhahran atas pertimbangan keamanan.

Kedutaan Besar AS di Riyadh terletak di kompleks kedutaan bersama negara-negara lain, yang dijaga ketat. Kedutaan AS sendiri terlihat seperti benteng dan dijaga polisi beserta pos-pos pemeriksaan pengunjung yang dijaga oleh Marinir AS.

Pekan lalu, pemerintah Saudi meningkatkan keamanan di sekitar pusat-pusat perbelanjaan dan instalasi minyak selama beberapa hari, juga sebagai reaksi terhadap ancaman keamanan.

Al-Turki mengatakan sebuah kelompok lain yang terdiri dari sembilan warga Saudi, termasuk seorang perempuan, ditahan atas tuduhan mereka menggunakan media sosial untuk memikat seorang perwira militer ke dalam sebuah perangkap dan membunuhnya.

Mereka lainnya yang ditahan termasuk sebuah sel kelompok yang diduga teroris, terdiri dari 15 warga Saudi. Kelompok tersebut dilatih di daerah-daerah terpencil di al-Qassim, wilayah yang sangat konservatif di Saudi, menurut al-Turki. Mereka merakit peledak, meledakkan dua bom uji coba, dan mengikuti latihan penggunaan senjata api.

XS
SM
MD
LG