Tautan-tautan Akses

Saudara Bunuh Bintang Media Sosial Pakistan karena Diejek Teman-Temannya


Qandeel Baloch, model and bintang media sosial Pakistan. (Foto: dok.)

Qandeel Baloch, model and bintang media sosial Pakistan. (Foto: dok.)

Ibu Qandeel Baloch, seorang model dan bintang media sosial Pakistan yang tewas dibunuh awal bulan ini mengatakan, putranya mencekik saudara perempuannya itu setelah diolok-olok teman-temannya sehubungan dengan perilaku Baloch.

Anwar Wai mengatakan kepada AFP bahwa putranya, Muhammad Wasim, membunuh Baloch, karena mencemarkan nama baik keluarganya.

Menurut laporan berbagai media setempat, Wasim ditangkap dan mengaku pada hari Sabtu lalu setelah membius dan mencekik model bernama asli Fauzia Azeem itu.

Baloch merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di desa Muzaffarabad di provinsi Punjab. Menurut polisi, Wasim membunuh Baloch ketika saudara perempuannya itu sedang tidur di rumah keluarga mereka.

Wai mengatakan Baloch adalah putrinya yang luar biasa, yang membantu orang tua, termasuk dalam hal keuangan, lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak lelakinya.

Wai menambahkan, Baloch membantu sedikitnya 12 kerabatnya dan ia tidak tahu bagaimana keluarganya sepeninggal Baloch. Baloch menelpon orang tuanya empat atau lima kali sehari. Jika ia tidak dapat menelpon, ia akan meminta maaf karena sedang bekerja, lanjut Wai.

Bintang media sosial berusia 20-an tahun itu menyebut dirinya sendiri sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan, seorang feminis modern dan melejit namanya setelah tampil dalam video tahun 2014 yang kemudian menjadi viral. Dalam video itu ia terlihat bertanya kepada seorang lelaki apakah ia cantik.

Pandangan-pandangan yang dikemukakan terang-terangan serta video-video seksinya yang dimuat di Internet menimbulkan kontroversi di negara Islam yang tidak senang dengan feminisme Barat – hal yang mengundang pujian untuk Baluch dari banyak orang muda dan kecaman dari kalangan yang lebih tradisional di tengah masyarakatnya.

Dalam laporan-laporan terdahulu, ia mengatakan kepada kantor berita Perancis bahwa orang-orang muda, terutama remaja putri menjadi heboh setelah pada Hari Valentine, ia mengunggah video yang menentang pesan presiden agar menjauhi pengaruh budaya Barat. Baloch mengenakan baju berwarna merah ketika dan mengatakan banyak menerima telpon dari remaja-remaja putri yang mengatakan bahwa ia adalah inspirasi bagi mereka dan mereka ingin terlihat sepertinya.

Pembunuhan itu menimbulkan pembahasan di Pakistan mengenai apa yang disebut pembunuhan demi kehormatan, yang kerap dianggap sebagai hukuman bagi mereka yang menentang tradisi.

Pekan lalu partai yang berkuasa di Pakistan mengumumkan rencana untuk meloloskan legislasi mengenai praktik tersebut yang menyebabkan ratusan perempuan Pakistan dibunuh oleh anggota keluarga mereka.

Baloch, menurut berbagai laporan, telah pernyata berkata akan meninggalkan Pakistan dengan alasan keselamatan. Ia juga menerima ancaman pembunuhan dari orang-orang tak dikenal. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG