Tautan-tautan Akses

Satu Tentara Tewas dalam Baku Tembak dengan Kelompok Teroris Santoso

  • Yoanes Litha

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Idham Aziz memberikan keterangan di Mapolres Poso 30 November 2015. (VOA/Yoanes Litha)

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Idham Aziz memberikan keterangan di Mapolres Poso 30 November 2015. (VOA/Yoanes Litha)

Sepuluh personil TNI yang sedang melakukan patrol di dalam hutan di Poso Pesisir Utara akhir pekan lalu diserang kelompok teroris. Sedikitnya satu tentara tewas dalam insiden itu.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Idham Azis dalam konferensi pers di Poso, Sulawesi Tengah hari Senin (30/11) menyatakan bahwa pelaku penyerangan akhir pekan lalu adalah kelompok teroris Santoso. Serka Zaenuddin anggota TNI dari Yonif 712 Wiratama Manado Sulawesi Utara tewas dalam serangan tersebut.

Peristiwa itu terjadi ketika 10 personel TNI yang berada dalam operasi operasi Camar Maleo 4 sedang melakukan patroli berjalan kaki di sekitar kawasan perbukitan di dusun Gayatri, desa Maranda, kecamatan Poso Pesisir Utara. Ketika itu sekelompok orang bersenjata yang diduga berjumlah sekitar 15 orang menembaki patroli TNI tersebut. Seorang personil TNI pun tewas. Baku tembak sempat terjadi selama beberapa saat dan baru berakhir ketika kelompok teroris Santoso itu melarikan diri.

Jenazah Serka Zaenuddin kemudian dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah dengan menggunakan helikopter.

Azis mengatakan, “Mereka sedang melaksanakan patroli. Saat sedang melaksanakan patroli terus disanggong (disergap), disanggong dari puncak bukit. Saudara saudara juga tahu, secara ini mereka sangat paham dengan situasi lingkungan di sana. Terjadi kontak senjata. Juga saya lagi tugaskan untuk menyisir apakah mereka juga ada yang korban dari mereka atau tidak. Kita tunggu saja.”

Idham Aziz menambahkan pada hari Senin (30/11) pasukan gabungan TNI-Polri yang terlibat dalam operasi Camar Maleo 4 melakukan penyisiran di lokasi kontak tembak, sekaligus memeriksa jika ada anggota kelompok teroris yang tewas dalam insiden sebelumnya.

Kelompok teroris Santoso diduga beranggota 30 orang dan beroperasi secara berkelompok dengan strategi gerilya. Menurut Aziz, mereka memanfaatkan kawasan hutan pegunungan sebagai basis pergerakan dan sekaligus untuk bersembunyi dari aparat keamanan.

Ia menambahkan, “Banyak kelompoklah, itukan juga mereka pakai strategi seperti perang gerilya.”

Baliho daftar DPO teroris Poso di depan Mapolres Poso. (VOA/Yoanes Litha)

Baliho daftar DPO teroris Poso di depan Mapolres Poso. (VOA/Yoanes Litha)

Operasi Camar Maleo 4 untuk memburu kelompok teroris Santoso di Sulawesi Tengah ini dilakukan sejak tanggal 28 Oktober lalu, dan diperkirakan akan berlangsung hingga 9 Januari nanti. Sebelumnya aparat gabungan TNI sudah tiga kali melangsungkan operasi ini. Operasi keempat dipusatkan di Poso, Sulawesi Tengah dan melibatkan beberapa personil Detasemen Khusus 88 Anti-Teror, dengan target khusus memburu kelompok teroris Santoso yang beroperasi di kawasan hutan dan pegunungan di Sulawesi Tengah. [yl/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG