Tautan-tautan Akses

AS

Satu Persen Pengunjung lewat Udara dan Laut Tinggal Lampaui Batas Waktu


Bendera Departemen Keamanan dalam Negeri Amerika (DHS).

Bendera Departemen Keamanan dalam Negeri Amerika (DHS).

Departemen Keamanan dalam Negeri Amerika (DHS) mengatakan sekitar 1 persen pengunjung yang tiba di Amerika lewat udara atau laut tetap tinggal di negara ini tahun lalu, melewati batas waktu izin tinggal mereka.

Menurut data Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika (DHS) yang dirilis hari Selasa (19/1), sekitar 45 juta orang pengunjung wajib meninggalkan Amerika tahun anggaran lalu yang berakhir pada tanggal 30 September. DHS menegaskan bahwa 416.500 orang tidak melakukan kewajiban itu dan tetap tinggal di Amerika. Sekitar 66.500 orang lainnya tinggal melewati batas waktu izin tinggal mereka, tetapi kemudian meninggalkan Amerika.

Para pengunjung termasuk para pelaku bisnis dan wisatawan yang memiliki visa untuk jangka waktu tertentu atau mereka yang berasal dari negara-negara yang tidak memerlukan visa untuk berkunjung ke Amerika untuk jangka waktu tertentu. Pengunjung dari negara-negara bebas visa itu mencapai 85 persen dari seluruh pengunjung yang datang ke Amerika lewat laut atau udara.

Jumlah mereka yang tinggal melewati batas waktu ternyata paling rendah di antara ke-38 negara yang merupakan bagian dari Program Bebas Visa. Secara keseluruhan, angka overstay atau tetap tinggal di Amerika dengan visa kadaluwarsa adalah 0,65 persen dan tidak ada di antara ke-38 negara itu yang mencapai tingkat di atas 2,5 persen.

Seratus lima puluh empat negara lainnya dalam kumpulan data itu memiliki tingkat overstay kolektif 1,6 persen, dan tingkat pelanggaran pengunjung dari 10 negara di antaranya mencapai lebih dari 10 persen. Namun demikian, pelanggar terbesar berasal dari negara-negara yang memiliki jumlah pengunjung ke Amerika relatif kecil, sementara tingkat pelanggaran pengunjung dari negara-negara yang memiliki populasi pengunjung lebih besar, yang mencapai ratusan ribu, tidak sampai 2 persen.

DHS mengidentifikasi dua kelemahan besar dalam data itu yang tidak memungkinkan analisis yang lebih komprehensif tentang bagaimana banyak orang bisa tinggal melampaui batas visa mereka di Amerika Serikat. Yang pertama adalah kurangnya data mengenai orang-orang yang memasuki Amerika lewat darat, yakni dari Kanada dan Meksiko. Ada lebih dari 200 juta pengunjung yang datang ke Amerika dengan cara itu tahun lalu, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan sedang berusaha mencari cara untuk memasukkan mereka ke dalam kumpulan data pada kemudian hari.

Kelemahan lainnya adalah jenis visa dalam data itu. Walaupun data itu meliputi kategori paling luas sejauh ini, DHS mengatakan ingin memasukkan lebih banyak lagi kategori, khususnya visa F (untuk belajar), M (untuk program pelatihan ketrampilan), dan J (untuk program pertukaran) yang diberikan kepada pelajar/mahasiswa dan guru/dosen.

Isu mengenai siapa yang diizinkan masuk ke Amerika itu mendapat perhatian lebih besar tahun lalu karena sebagian kalangan menyerukan agar Amerika menerima lebih banyak pengungsi Suriah, tetapi sebagian kalangan berpendapat agar dilakukan pembatasan lebih besar karena adanya ketakutan bahwa teroris bisa dengan mudah menyelinap masuk ke Amerika.

Kongres memberlakukan peraturan baru pada bulan Desember lalu untuk pengetatan program bebas visa. Pemohon visa ke Amerika yang berasal dari Iran, Irak, Suriah dan Sudan, atau mereka yang pernah bepergian ke salah satu negara itu dalam lima tahun terakhir, tidak memenuhi syarat untuk memanfaatkan program bebas visa dan harus memperoleh visa untuk masuk ke Amerika Serikat. [lt/jm]

XS
SM
MD
LG