Tautan-tautan Akses

AS

1 Lagi Warga AS yang Tertular Ebola Diungsikan ke AS


Sebuah pesawat membawa pasien yang tertular virus Ebola mendarat di Pangkalan Udara Dobbins di Marietta., Ga., Sabtu, 2 Agustus 2014. Pejabat di Emory University Hospital di Atlanta menanti seorang warga Amerika yang tertular virus Ebola untuk dirawat hari ini.

Sebuah pesawat membawa pasien yang tertular virus Ebola mendarat di Pangkalan Udara Dobbins di Marietta., Ga., Sabtu, 2 Agustus 2014. Pejabat di Emory University Hospital di Atlanta menanti seorang warga Amerika yang tertular virus Ebola untuk dirawat hari ini.

Seorang misionaris Amerika yang tertular Ebola telah diungsikan dari Liberia dengan menumpang pesawat medis khusus.

Nancy Whitebol diterbangkan dari Monrovia hari Selasa dan diperkirakan akan tiba di Amerika nanti hari ini. Dia akan dirawat di Rumah-Sakit Universitas Emory di kota Atlanta, bagian tenggara Amerika Serikat bersama seorang dokter Amerika yang juga tertular virus maut itu ketika merawat pasien Ebola di Liberia.

Yayasan Kristen “Samaritan’s Purse” mengatakan Dr. Kent Brantly mendapat satu dosis serum eksperimen sebelum berangkat dari Liberia, dan juga menerima darah dari seorang anak-laki-laki berusia 14 tahun yang selamat dari Ebola dalam perawatannya.

Sementara itu, sebuah rumah sakit di Kota New York melaporkan sedang mengetes seorang pria yang mempunyai kemungkinan gejala virus Ebola.

Para pejabat di Pusat Kedokteran Mount Sinai mengatakan seorang priya yang menderita demam tinggi dan masalah usus halus tiba di ruang darurat Senin pagi dan dengan cepat diisolasi. Mereka mengatakan pasien itu baru-baru ini bepergian ke sebuah negara Afrika Barat dimana Ebola telah dilaporkan, dan sekarang sedang menjalani pengetesan untuk menentukan penyebab penyakitnya. Tidak ada keterangan lain mengenai priya itu diberikan.

Sebelumnya hari Senin, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengeluarkan data baru mengenai virus Ebola, yang melaporkan puluhan korban jiwa baru di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. WHO mengatakan jumlah penderita di seluruh 4 negara Afrika Barat sekarang 1.603 orang, termasuk 887 orang yang sudah meninggal.

XS
SM
MD
LG