Tautan-tautan Akses

1 dari 3 Tersangka Penembakan di Paris Serahkan Diri


Polisi dan petugas forensik berdiri di luar kantor koran mingguan Charlie Hebdo di Paris (7/1). (AFP/Matthieu Alexandre)

Polisi dan petugas forensik berdiri di luar kantor koran mingguan Charlie Hebdo di Paris (7/1). (AFP/Matthieu Alexandre)

Presiden Hollande menggambarkan pembantaian di kantor surat kabar satir Charlie Hebdo sebagai serangan teroris, sementara ribuan orang di Paris berdemonstrasi membela kebebasan berpendapat.

Tersangka paling muda yang diidentifikasi dalam pembunuhan massal Rabu (7/1) di kantor koran satir di Paris telah menyerahkan diri.

Sumber-sumber mengatakan pada kantor-kantor berita bahwa Hamyd Mourad, 18, menyerahkan diri pada polisi setelah pencarian seharian terhadap dirinya dan dua kakak beradik yang diduga melakukan pembantaian tersebut. Rincian mengenai penyerahan diri tersebut belum tersedia.

Mourad berasal dari kota Reims di timur laut Perancis, tempat polisi anti-terorisme, menurut laporan-laporan, telah melakukan operasi di sana.

Pencarian untuk dua tersangka lainnya -- Said Kouachi, 34, dan adiknya Cherif, 32, keduanya dari Paris -- masih berlanjut.

Polisi mengidentifikasi para tersangka setelah salah satu dari mereka meninggalkan kartu identitas dalam mobil yang dipakai untuk meninggalkan tempat kejadian perkara Rabu, yaitu kantor pusat surat kabar mingguan satiris di Paris, "Charlie Hebdo."

Polisi mengatakan penembakan itu menewaskan sedikitnya 12 orang, dua diantaranya polisi.

Presiden Perancis Francois Hollande menyebut penembakan itu sebagai serangan teroris dan mengatakan pertahanan terbaik Perancis atas "kebarbaran" tersebut adalah dengan bersatu. Persatuan itu kemudian diperlihatkan ketika ribuan warga melakukan protes damai untuk membela kebebabasan berekspresi.

Hollande mendeklarasikan Kamis sebagai hari berkabung.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG