Tautan-tautan Akses

Saham AS dan Eropa Melonjak, Saham Asia Kembali Merosot


Saham-saham di China pada indeks Shanghai mengalami penurunan sekitar 4 persen hari Selasa (25/8).

Saham-saham di China pada indeks Shanghai mengalami penurunan sekitar 4 persen hari Selasa (25/8).

Harga saham Amerika dan Eropa melonjak hari Selasa (25/8), dari kejatuhan besar beberapa hari terakhir ini, meskipun harga saham di China dan pasar lain di Asia merosot lagi.

Bursa saham di New York sempat anjlok lebih dari 2 persen dalam dua jam pertama perdagangan. Rata-rata saham utama di Eropa makin naik pada perdagangan siang hari, dengan pasar di Frankfurt naik lebih dari 5 persen.

Di Asia, indeks Shanghai ditutup turun 7,6 persen. Ketika pasar dibuka, indeks utama Shanghai turun tajam, tetapi kemudian naik satu poin, sehingga total penurunan sekitar 4 persen. Sementara saham anjlok lagi pada sesi perdagangan sore hari, pasar di Jepang dan Hong Kong yang sempat menguat, juga mengalami kejatuhan.

Indeks Nikkei Jepang ditutup turun sekitar 4 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menguat pada jam terakhir perdagangan dan ditutup sedikit positif.

Sewaktu harga saham China turun ke tingkat terendah sejak Desember, Bank Sentral China memangkas bunga pinjaman seperempat poin menjadi 4,6 persen. Itu adalah pemotongan yang ke-5 kalinya sejak November, percobaan terbaru untuk meyakinkan investor bahwa China mengambil langkah baru guna menggalakkan ekonominya yang melemah.

Bank sentral China juga menurunkan cadangan uang tunai yang dapat dipegang bank-bank sehingga membebaskan mereka untuk menaikkan pinjaman.

Kekhawatiran tentang melesunya pertumbuhan ekonomi China telah mendorong anjloknya harga saham dan minyak dunia, hari Senin, termasuk kejatuhan 8 persen di China .

Kemerosotan harga saham hari Senin juga terjadi di pasar Amerika, yang mengalami gejolak perdagangan sebelum ditutup turun sedikitnya 3,6 persen.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG