Tautan-tautan Akses

Ryan Tergerak Usai Bertemu Trump Namun Belum Beri Dukungan

  • Jim Malone

Ketua DPR Amerika Serikat, Paul Ryan, memberikan keterangan kepada wartawan seusai pertemuan dengan Donald Trump di Gedung Capitol, Washington (12/5).

Ketua DPR Amerika Serikat, Paul Ryan, memberikan keterangan kepada wartawan seusai pertemuan dengan Donald Trump di Gedung Capitol, Washington (12/5).

Donald Trump mulai berhasil memperoleh dukungan sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker. Namun yang lainnya masih menentang Trump, termasuk Senator Lindsey Graham.

Kandidat calon presiden dari Partai Republik Donald Trump berkunjung ke Washington, Kamis, dengan harapan dapat menyatukan partainya menyusul pencalonannya yang kontroversial. Setelah pertemuan dengan Trump, para pemimpin Partai Republik mengatakan, itu adalah awal yang baik namun lebih banyak pembicaraan diperlukan untuk menyatukan partai.

Donald Trump mengacungkan jempolnya sebelum serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Partai Republik di Kongres, termasuk ketua DPR Paul Ryan, yang terkesan berat hati menerima Trump sebagai calon presiden dari partainya.

"Saya sangat tergerak dengan apa yang saya dengar dari Donald Trump hari ini. Saya yakin kita sekarang menanam benih untuk menyatukan partai, untuk menjembatani ketidaksepahaman dan perbedaan. Jadi, mulai sekarang kita akan menggali lebih dalam bidang-bidang kebijakan untuk melihat di mana adanya kesamaan dan bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita menjalankan prinsip-prinsip utama yang sama ini," kata Paul Ryan.

Di luar gedung Kongres, para demonstran anti-Trump menggelar protes, mengecam rencana kontroversial Trump untuk menghentikan imigrasi ilegal.

Trump tidak memberikan komentar dan Ryan tidak menawarkan dukungan. Namun kedua orang tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebutkan bahwa pertemuan mereka adalah "sebuah langkah positif menuju unifikasi."

Kenyataan ini jauh dari pernyataan Trump belakangan ini yang mengecam mereka yang meragukan komitmennya terhadap nilai-nilai konservatif.

"Ia bukan konservatif yang sesungguhnya. Siapa yang perduli? Yang paling penting, kita harus memajukan negara ini. Siapa perduli?," komentar Trump mengenai Ryan.

Trump mulai berhasil memperoleh dukungan sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker.

"Apa yang saya lihat terjadi adalah isu-isunya menjadi lebih jelas dan adana perubahan skip," kata Bob Corker.

Namun yang lainnya masih menentang Trump, termasuk mantan saingannya, Senator Lindsey Graham.

"Saya tidak menyalahkan para pendukung Donald Trump yang frustrasi. Saya yakin mereka telah dipecundangi, dan saya yakin seiring perjalanan waktu, kita akan menyaksikan bahwa Donald Trump bukanlah seorang konservatif Partai Republik yang dapat diandalkan," jelasnya.

Pemimpin Partai Demokrat di Senat Harry Reid memiliki pendapat lain soal pertemuan Trump ini. "Itu hanyalah pertanda terbaru bahwa para pemimpin Partai Republik di Kongres setuju dengan Donald Trump," kata Reid.

John Fortier, analis dari Bipartisan Policy Center, mengatakan, para pemimpin Partai Republik terus mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan Trump.

"Trump memang menarik perhatian para pemilih kulit putih kelas pekerja.Sejumlah orang pada kelompok ini bukankah pendukung Partai Republik. Mereka independen atau pendukung Partai Demokrat atau orang-orang yang jarang memberikan suara mereka.Saya kira apa yang perlu diwaspadai oleh Trump adalah apakah ia akan kehilangan para pemilih lainnya," kata Fortier.

Paul Ryan mengatakan, lebih banyak pertemuan akan dilangsungkan untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG