Tautan-tautan Akses

Rwanda Bantah Dukung Pemberontak di Republik Demokrasi Kongo


Menurut laporan Kelompok Pakar PBB, kelompok pemberontak M23 di Republik Demokrasi Kongo (DRC) timur ini didukung oleh Rwanda (foto: dok.)

Menurut laporan Kelompok Pakar PBB, kelompok pemberontak M23 di Republik Demokrasi Kongo (DRC) timur ini didukung oleh Rwanda (foto: dok.)

Rwanda menyangkal laporan Kelompok Pakar PBB yang menuduh Rwanda mendukung kelompok pemberontak di Republik Demokrasi Kongo (DRC) timur.

Menteri Luar Negeri Rwanda Louise Mushikiwabo mengatakan negaranya menyerahkan laporan tandingan kepada Dewan Keamanan PBB hari Jumat sebagai tanggapan atas laporan yang menuduh Rwanda mendukung pemberontakan kelompok M23 di Republik Demokrasi Kongo (DRC).

“Kami mengadakan pembahasan tiga hari dengan Kelompok Pakar PBB. Kami membahas semua tuduhan. Kami telah memberikan penjelasan. Kami telah memberi dokumen-dokumen pendukung untuk membantah sejumlah tuduhan keliru, apa yang mereka lakukan terhadap dokumen itu, kami tidak tahu,” tegasnya.

Mushikiwabo berpendapat, laporan tandingan itu tidak akan mengubah pikiran Kelompok Pakar PBB, tetapi mengatakan penting bagi Rwanda untuk mengatasi isu-isu ini.

Laporan Kelompok Pakar PBB, diserahkan ke Dewan Keamanan bulan Juni, mendokumetasikan bukti bahwa Rwanda menyediakan senjata dan merekrut anggota-anggota kelompok pemberontak M23, kelompok para mantan tentara yang membelot dari militer Kongo bulan April.

Mushikiwabo mengatakan Rwanda menantang bukti yang ada dalam laporan Kelompok Pakar itu, termasuk foto-foto yang katanya anggota-anggota kelompok M23 yang mengenakan seragam Tentara Rwanda.

“Pertama-tama, apakah seragam ini benar seragam tentara Rwanda? Kedua, saya bisa memmperoleh seragam Rwanda dari pasar di Nairobi sekarang, jika Anda mau. Jadi standar pembuktian yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Laporan Para Pakar PBB juga mendokumentasikan pembicaraan telepon antara para pejabat militer Rwanda dengan anggota-anggota kelompok M23. Mushikiwabo mengatakan pembicaraan telepon itu dilakukan sebelum terjadi pemberontakan itu dan dimaksudkan untuk meyakinkan tentara itu agar tidak membelot.

Sebagian donor terbesar Rwanda telah menarik dukungan dari negara itu karena laporan PBB itu.

Amerika menangguhkan bantuan militer 200.000 dolar, dan Inggeris serta Belanda juga menangguhkan bantuan anggaran.

Seorang pejabat Bank Pembangunan Afrika menyangkal laporan bahwa penundaan pemberian pinjaman kepada Rwanda terkait dengan laporan itu.

Direktur bank itu untuk kawasan Afrika Timur, Gabriel Negatu, mengatakan kepada VOA penundaan satu minggu itu disebabkan oleh masalah-masalah prosedur internal.
XS
SM
MD
LG