Tautan-tautan Akses

Rusia, Korea Selatan Diskusikan Rute Perdagangan Korea-Eropa


Presiden Korea Selatan Park Geun-hye berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di Kantor Kepresidenan "Gedung Biru" di Seoul, Korea Selatan (13/11).

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di Kantor Kepresidenan "Gedung Biru" di Seoul, Korea Selatan (13/11).

Sebuah rencana rute perdagangan yang akan menghubungkan Korea dengan Eropa menjadi agenda utama pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari Korea Selatan.

Pembicaraan Presiden Rusia dengan Presiden Park Geun-hye ini diperkirakan tidak akan menghasilkan terobosan dalam rencana arahan Moskow yang secara politik menantang itu, yang dikenal banyak pihak sebagai Jalan Sutra Besi.

Usulan itu mencakup rencana menghubungkan jaringan kereta Korea Utara dan Korea Selatan, dan menyambungkannya dengan jalur kereta Trans-Siberia, jalur kereta paling panjang di dunia yang menghubungkan Timur dan Barat Rusia.

Usulan itu juga akan mengharuskan pembangunan kota pelabuhan Rajin, di Korea Utara, dan menjadikannya pusat ekspor dari Semenanjung Korea.

Namun rencana itu menghadapi beberapa persoalan, termasuk hubungan Korea Utara dan Korea Selatan yang tidak mulus, dan banyaknya sanksi ekonomi yang dipikul Pyongyang karena program senjata Nuklirnya.

Meskipun banyak rintangan untuk mengembangkan proyek itu, Rusia telah memulai apa yang disebut bagian pertama dari proyek itu. September lalu, Rusia membuka jalur kereta sepanjang 54 kilometer tang menghubungkan kota Khasan, Rusia Tenggara, dengan Rajin, Korea Utara.
XS
SM
MD
LG