Tautan-tautan Akses

Rusia Hentikan Penerbangan ke Mesir selama Penyidikan Jatuhnya Pesawat


Ahli Kementerian Darurat Rusia bekerja di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Rusia yang jatuh akhir pekan lalu di Hassana, Semenanjung Sinai Mesir, 2 November 2015.

Ahli Kementerian Darurat Rusia bekerja di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Rusia yang jatuh akhir pekan lalu di Hassana, Semenanjung Sinai Mesir, 2 November 2015.

Presiden Rusia Vladimir Putin menangguhkan semua penerbangan komersial negaranya ke Mesir Jumat (6/11) sementara tim penyidik melanjutkan pemeriksaan.

Presiden Rusia Vladimir Putin menangguhkan semua penerbangan komersial negaranya ke Mesir Jumat sementara tim penyidik melanjutkan pemeriksaan apakah bom menjatuhkan pesawat Rusia akhir pekan lalu di Semenanjung Sinai, menewaskan 224 penumpang dan awak.

Pemimpin Rusia bertindak cepat setelah kepala dinas keamanan negara itu (FSB) Alexander Bortnikov, menganjurkan agar penerbangan dihentikan sampai mereka menentukan alasan yang sesungguhnya dalam kecelakaan Sabtu lalu.

Rusia sudah berhari-hari mengatakan pendapat Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron sebagai spekulasi. Kedua pemimpin itu mengatakan besar kemungkinan militan Negara Islam menanam bom di atas pesawat Metrojet A-321 yang terbang dari Sharm el-Sheikh, Mesir ke St. Petersburg, Rusia.

Jaringan televisi Perancis melaporkan, seorang penyidik, yang punya akses ke kotak hitam pesawat yang hancur, mengatakan "suara ledakan bisa terdengar jelas dalam penerbangan itu."

Kantor berita Perancis mengutip seorang penyidik mengatakan pesawat mengalami akhir "yang keras dan tiba-tiba." Penyidik mengatakan, "penerbangan berjalan normal, benar-benar normal, tetapi kemudian mendadak lenyap."

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin meminta pemerintah agar mengupayakan segala cara untuk memulangkan warga Rusia yang sedang berlibur di resor Laut Merah itu, yang merupakan tujuan favorit orang Eropa. [as/ka]

XS
SM
MD
LG