Tautan-tautan Akses

Rusia Tolak Seruan Sanksi Terhadap Suriah


Komisaris HAM PBB melaporkan setidaknya 2.600 telah tewas di Suriah, sejak penindakan keras terhadap demonstrasi anti-pemerintah Maret lalu.

Komisaris HAM PBB melaporkan setidaknya 2.600 telah tewas di Suriah, sejak penindakan keras terhadap demonstrasi anti-pemerintah Maret lalu.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan hari Senin, tak ada kebutuhan untuk melakukan tekanan tambahan terhadap Damaskus.

Rusia menolak seruan Amerika dan Eropa Barat agar memberlakukan sanksi-sanksi lebih besar terhadap Suriah karena melakukan penumpasan yang disertai kekerasan terhadap pemrotes.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Senin, tak ada kebutuhan tekanan tambahan terhadap Suriah. Ia mengatakan resolusi PBB terhadap Suriah harus tegas tetapi berimbang.

Rusia punya hak veto di Dewan Keamanan PBB dan bisa memveto setiap resolusi terhadap Suriah.

Minggu lalu, Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperlihatkan kesediaannya untuk mempertimbangkan resolusi PBB yang berisi peringatan keras untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad.

PBB menyatakan paling sedikit 2.600 orang tewas di Suriah sewaktu berlangsung pemberontakan anti-pemerintah yang melanda negara itu sejak pertengahan Maret lalu.

Komisaris Tinggi PBB urusan Hak Asasi Navi Pillay melaporkan angka-angka tersebut dalam pidatonya di Dewan Hak Asasi PBB hari Senin. Angka itu menunjukkan kenaikan signifikan sejak Agustus, sewaktu PBB memperkirakan 2.200 orang telah tewas sejak pemerintah mulai melakukan tindakan disertai kekerasan untuk menumpas demonstran.

Seorang pembantu Presiden Suriah Bashar al-Assad segera menanggapi angka tersebut, hari Senin, dengan menyatakan hanya 1.400 orang yang tewas. Jurubicara pemerintah Suriah Bouthaina Shaaban mengatakan angka tersebut terdiri dari 700 tentara dan 700 aktivis oposisi.

Sementara itu, Amerika mengecam pembunuhan aktivis HAM terkemuka Suriah Ghiyath Mattar, yang meninggal pekan lalu sewaktu berada dalam tahanan pasukan keamanan Suriah. Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland mengecam apa yang ia sebut “kekerasan yang tercela” oleh rezim Suriah, dan kembali menyatakan seruan Amerika agar Presiden Assad meletakkan jabatan.

XS
SM
MD
LG