Tautan-tautan Akses

Rusia Tolak Beri Ijin Siaran TV Tatar Krimea


Pemimpin Tatar Krimea, Refat Chubarov melambai kepada pendukungnya dalam aksi protes anti-Rusia di Simferopol, Krimea (foto: dok).

Pemimpin Tatar Krimea, Refat Chubarov melambai kepada pendukungnya dalam aksi protes anti-Rusia di Simferopol, Krimea (foto: dok).

Stasiun TV independen Krimea berbahasa Tatar, ATR, tidak mengudara hari Rabu (1/4), setelah pihak berwenang Rusia menolak memberikan ijin siaran.

Menyusul pencaplokan Rusia atas semenanjung Krimea dari Ukraina tahun lalu, stasiun ATR, seperti halnya kantor media lain, harus mendaftarkan diri lagi sebelum 31 Maret tahun ini, agar bisa terus beroperasi di Krimea. Hanya satu media berbahasa Tatar, yaitu surat kabar Yeni Dunya yang sempat mendaftar.

ATR melayani warga Tatar di Krimea yang jumlahnya sekitar 300.000 dari 2 juta orang yang tinggal di semenanjung Laut Hitam itu. Pada tahun 1944, diktator Soviet, Josef Stalin mengusir seluruh penduduk Tatar yang tinggal di Krimea. Mereka mulai kembali ke Krimea dalam jumlah besar menyusul jatuhnya Uni Soviet.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko mengutuk tindakan terhadap stasiun TV ATR itu: "Mereka bisa menutup saluran TV itu, tetapi mereka tidak akan bisa menekan keinginan bangsa Tatar di Krimea untuk mendapat kebenaran dan kemerdekaan", katanya Rabu lewat Twitter.

Wakil Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE untuk kebebasan media, Dunja Mijatović, mengatakan, media Tatar di Krimea ditolak pendaftarannya karena “alasan subyektif”, dan menambahkan bahwa itu “bukti lebih lanjut penyensoran selektif terhadap kebebasan berbicara di Krimea masih berlanjut”.

Amnesty International mengatakan dalam pernyataannya sesaat sebelum tenggat waktu pendaftaran berakhir, bahwa media berbahasa Tatar di Krimea itu "berulang kali dan seenaknya ditolak untuk mendaftar”.

XS
SM
MD
LG