Tautan-tautan Akses

Rusia: Suriah Sepakat Hadiri Konferensi Internasional


Presiden Suriah Bashar al-Assad (kiri) bersama Shukri Bin Suleiman Harmasi (kanan) dan delegasi Tunisia saat berkunjung di Damaskus (23/5).

Presiden Suriah Bashar al-Assad (kiri) bersama Shukri Bin Suleiman Harmasi (kanan) dan delegasi Tunisia saat berkunjung di Damaskus (23/5).

Jurubicara kementerian luar negeri Rusia mengatakan Suriah sepakat untuk berpartisipasi dalam konferensi yang diusulkan Rusia dan Amerika bulan depan di Jenewa, Jumat (24/5).

Rusia mengatakan pemerintah Suriah pada prinsipnya telah sepakat untuk menghadiri konferensi perdamaian internasional terkait masa depan negara itu.

Seorang jurubicara kementerian luar negeri Rusia mengatakan hari Jumat bahwa Suriah telah sepakat untuk berpartisipasi dalam konferensi yang diusulkan Rusia dan Amerika bulan depan di Jenewa. Tetapi ia mengatakan belum memungkinkan untuk menetapkan tanggal konferensi karena belum jelas siapa yang akan bicara untuk pihak oposisi Suriah.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengatakan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry membahas perkembangan itu melalui telepon. Rusia dan Amerika mengusulkan konferensi dilakukan bulan depan di Jenewa. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika kepada VOA mengukuhkan, kedua diplomat berencana bertemu di Paris hari Senin.

Hari Kamis, seorang tokoh oposisi terkemuka mengusulkan rencana transisi bagi negara yang dikoyak perang itu, yang menghendaki Presiden Bashar al-Assad menyerahkan kekuasaan kepada seorang pembantu senior dan meninggalkan negara itu.

Pimpinan oposisi utama Koalisi Nasional Suriah yang akan meletakkan jabatan, Moaz al-Khatib, menerbitkan rencana tersebut pada halaman Facebook-nya hari Kamis.

Koalisi Nasional Suriah sedang mempertimbangkan apakah akan mendukung prakarsa Amerika-Rusia yang menyerukan agar pihak oposisi dan pemerintah menghadiri konferensi perdamaian bulan Juni untuk menyelesaikan konflik mereka yang telah berlangsung dua tahun.

Sudah lebih dari 80 ribu orang tewas dan jutaan orang mengungsi sejak dimulainya pemberontakan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Maret 2011.
XS
SM
MD
LG