Tautan-tautan Akses

Rusia Rugi Miliaran Akibat Sanksi, Kejatuhan Harga Minyak


Papan bertuliskan nilai-nilai pertukaran woman is reflected in a window with a board displaying currency exchange rates in St. Petersburg, Russia, Sept. 16, 2014.

Papan bertuliskan nilai-nilai pertukaran woman is reflected in a window with a board displaying currency exchange rates in St. Petersburg, Russia, Sept. 16, 2014.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov memproyeksikan kerugian tahunan mencapai US$130 miliar-$140 miliar.

Menteri Keuangan Rusia mengatakan negaranya akan kehilangan US$130 miliar sampai $140 miliar per tahun akibat sanksi-sanksi Barat dan kejatuhan harga-harga minyak.

Berbicara Senin (24/11) pada sebuah forum ekonomi di Moskow, Anton Siluanov memberi sinyal bahwa turunnya harga-harga minyak adalah tantangan lebih serius bagi Rusia daripada hukuman Barat terkait masalah Ukraina.

"Kita kehilangan sekitar $40 miliar per tahun karena sanksi-sanksi geopolitik, dan sekitar $90 miliar sampai $100 miliar akibat jatuhnya harga-harga minyak sebesar 30 persen," ujarnya dalam konferensi pers.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah memberlakukan beberapa putaran sanksi atas Rusia akibat perannya dalam konflik di Ukraina, menuduh Moskow memicu pemberontakan separatis di bagian timur negara itu yang sampai sekarang telah menewaskan 4.300 orang.

Rusia telah menyangkal keterlibatannya.

Kantor berita RIA Novosti mengatakan mata uang rubel Rusia telah jatuh sekitar 23 persen terhadap dolar AS dalam tiga bulan terakhir akibat anjloknya harga-harga minyak.

Presiden Vladimir Putin mengatakan Minggu (23/11) bahwa jatuhnya nilai mata uang Rusia akan merusak ekonomi Rusia namun tidak "secara fatal."

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG