Tautan-tautan Akses

Rusia Ragukan Legitimasi Pilpres Ukraina


Presiden Rusia Vladimir Putin meragukan legitimasi pemilihan presiden mendatang di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin meragukan legitimasi pemilihan presiden mendatang di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin hari Rabu (21/5) menyatakan keraguan atas legitimasi pemilihan presiden mendatang di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin hari Rabu (21/5) menyatakan keraguan atas legitimasi pemilihan presiden mendatang di Ukraina, tetapi mengatakan Rusia akan menarik mundur pasukannya dari perbatasan dengan Ukraina demi menciptakan situasi nyaman untuk pemilu hari Minggu itu.

Berbicara kepada para wartawan di Shanghai pada hari terakhir lawatan kenegaraan di China, Putin mengatakan akan sulit membina hubungan dengan orang yang “meraih kekuasaan ditengah operasi penindasan di Ukraina tenggara dan yang menghalangi pekerjaan wartawan.” Ia mengacu pada operasi keamanan pemerintah Ukraina terhadap separatis pro-Rusia di Ukraina timur dan penahanan wartawan media Rusia disana.

Putin mengatakan dua wartawan Rusia dari situs online LifeNews yang pro-Rusia ditahan pasukan keamanan Ukraina pada 18 Mei dan diperlakukan secara tidak layak. Hal ini, kata Putin, bisa memicu keraguan "tentang legitimasi semua proses politik” di Ukraina.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan misil-misil anti-pesawat portabel ditemukan di bagasi mobil kedua wartawan Rusia itu. Putin menyebut tuduhan tersebut “sama sekali omong kosong.”

Kementerian Pertahanan Rusia hari Rabu mengatakan pasukannya di kawasan Rostov, Belgorod dan Bryansk – tidak jauh dari perbatasan dengan Ukraina – “telah mulai bergerak ke stasiun kereta dan lapangan udara” menuju pangkalan-pangkalan permanen mereka.

Sekretaris Jendral NATO Jendral Anders Fogh Rasmussen hari Rabu mengatakan aliansi militer Barat itu “belum melihat bukti yang nampak sama sekali adanya penarikan mundur tentara Rusia.”
XS
SM
MD
LG