Tautan-tautan Akses

Rusia Peringatkan NATO soal Perisai Pertahanan Rudal


Kepala Staf Militer Rusia, Jenderal Nikolai Makarov (kanan) saat menghadiri pertemuan NATO di Brussels (Mei 2011).

Kepala Staf Militer Rusia, Jenderal Nikolai Makarov (kanan) saat menghadiri pertemuan NATO di Brussels (Mei 2011).

Rusia memperingatkan bahwa NATO telah memaksakan perlombaan senjata baru dengan menggelar perisai pertahanan rudal di Eropa.

Kepala Staf Militer Rusia Jenderal Nikolai Makarov memberitahu serombongan atase militer asing hari Rabu bahwa perisai pertahanan NATO menimbulkan resiko bagi pertahanan nuklir strategis negaranya. Ia mengatakan hal itu pasti akan mengarah perlombaan senjata baru.

Pekan lalu, Rusia meresmikan stasiun radar anti-rudal baru di wilayah Kaliningrad di Laut Baltik.

Rusia mengatakan mereka bersedia bekerja sama dengan negara-negara Barat dan berbagi teknologi dan membangun bersama sebuah sistem pertahanan rudal – usulan yang sudah ditolak NATO. Jenderal Makarov mempertanyakan mengapa NATO tidak mau berkompromi dengan Rusia dan mengisyarakatkan penolakan oleh NATO berarti mereka memperoleh sesuatu dari penolakan tersebut.

Amerika dan NATO mengatakan sistem itu dirancang untuk ikut menangkal ancaman dari negara-negara seperti Iran, dan bukan ancaman bagi Rusia. Ketua NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan ia yakin Rusia membuang-buang uang saja untuk membangun sistem pertahanan terhadap "musuh yang tidak ada."

Rasmussen berkomentar demikian menjelang pertemuan dua hari para menteri luar negeri NATO di Brussels yang dimulai hari Rabu. Para menteri itu akan bertemu dengan mitra mereka dari Rusia, Sergei Lavrov, untuk membahas perisai rudal dan isu lainnya hari Kamis.

XS
SM
MD
LG