Tautan-tautan Akses

Rusia Mungkin Tarik Diri dari Perjanjian Larangan Uji Nuklir


Juru bicara Gedung Putih John Earnest hari Selasa (29/7) mengatakan tanggapan Rusia terhadap keluhan AS tidak memuaskan.

Juru bicara Gedung Putih John Earnest hari Selasa (29/7) mengatakan tanggapan Rusia terhadap keluhan AS tidak memuaskan.

Rusia tahun lalu sudah mengisyaratkan mungkin akan menarik diri dari perjanjian larangan uji nuklir tahun 1987 yang disepakati oleh AS dan Rusia.

Rusia dan Amerika memusnahkan hampir 2.700 misil nuklir sebagai bagian dari perjanjian larangan uji coba nuklir era Perang Dingin tapi Rusia tahun lalu mengisyaratkan mungkin akan menarik diri dari perjanjian itu yang sekarang dituduh Amerika dilanggar oleh Rusia.

Amerika menuduh, sejak 2008 Rusia melakukan uji coba nuklir berpangkalan di darat berjarak 500-5.500 kilometer yang dilarang perjanjian tahun 1987 itu. Presiden Barack Obama mengirim surat mengenai masalah itu hari Senin kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Amerika menyebut masalah itu “sangat serius” dan juru bicara Gedung Putih John Earnest hari Selasa (29/7) mengatakan tanggapan Rusia terhadap keluhan Amerika tidak memuaskan.

Earnest mengatakan Amerika bermaksud menekan Rusia mengenai isu tersebut karena yakin dipatuhinya perjanjian itu merupakan “kepentingan keamanan nasional” Amerika.

Diplomat senior dari kedua negara, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov membahas isu tersebut dalam percakapan telepon. Tapi Menteri Luar Negeri Rusia itu tidak mengomentari keluhan Amerika.

Perjanjian itu tidak memiliki batas waktu, tapi tahun lalu, Sergei Ivanov seorang mantan menteri pertahanan Rusia dan kini kepala staf Putin mengangkat kemungkinan menarik diri dari perjanjian itu. Ia mengatakan kepada seorang pewawancara televisi Rusia bahwa “Sebagai pihak yang menandatangani perjanjian itu, Rusia akan mematuhinya. Tapi (kesepakatan itu) tidak akan berlangsung selamanya.”

Ia mengatakan Amerika tidak memerlukan misil jarak sedang karena mereka hanya bisa digunakan untuk menarget dua sekutu terdekatnya Meksiko dan Kanada.

Ketika itu, Putin mengatakan misil dari darat tidak penting bagi Amerika tapi “prakteknya semua negara tetangga Rusia mengembangkan sistim ini”.

Pemimpin Rusia itu mengatakan bagi “Rusia modern” keputusan 27 tahun lalu untuk mengakhiri penggunaan misil yang berpangkalan di darat “bisa dipertanyakan”.

XS
SM
MD
LG