Tautan-tautan Akses

Rusia Mulai Latihan Militer Dekat Perbatasan Ukraina


Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) didampingi Menhan Sergei Shoigu mengamati latihan militer Rusia akhir Februari lalu (foto: dok).

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) didampingi Menhan Sergei Shoigu mengamati latihan militer Rusia akhir Februari lalu (foto: dok).

Rusia memulai latihan militer di wilayah tengah dan barat, yang akan mencakup wilayah perbatasan dengan Ukraina, hari Senin (4/8).

Pejabat-pejabat Rusia mengatakan militer memulai latihan hari Senin (4/8) di wilayah tengah dan barat negara itu, yang akan mencakup wilayah perbatasan dengan Ukraina. Pejabat-pejabat itu mengatakan latihan tersebut melibatkan lebih dari 100 jet tempur dan helikopter dan akan berlangsung sampai Jumat.

Walau tidak menyebut Ukraina, latihan militer tersebut bisa meningkatkan ketegangan di wilayah yang sudah resah itu.

Amerika dan sekutu-sekutu Eropanya menuduh Rusia mempersenjatai separatis pro-Rusia di Ukraina timur, serta membangun kekuatan militer di perbatasan dengan Ukraina dan melakukan serangan lintas batas.

Hari Minggu, bentrokan mematikan antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis berlanjut sementara penyidik untuk hari ketiga mencari lokasi kecelakaan Malaysia Airlines bernomor penerbangan 17.

Pejabat-pejabat lokal di kota Donetsk mengatakan enam orang tewas dalam penembakan di sana antar kedua pihak. Tiga orang lainnya tewas di Luhansk. Kedua kota Ukraina timur itu adalah kubu separatis pro-Rusia yang signifikan yang masih tersisa.

Sementara itu, jurubicara Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina hari Senin mengatakan Rusia tidak bisa secara sepihak mengerahkan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina, mengingat pengerahan itu adalah "hanya hak prerogatif" Dewan Keamanan PBB dan bahwa kedua pihak yang terlibat konflik harus menyetujui.

"Sejauh ini, belum ada pernyataan PBB, juga tidak pihak yang memberi persetujuan," kata Andriy Lysenko kepada wartawan di Kyiv.

Hari Minggu, Lysenko melaporkan, militer Rusia mengerahkan 34 kendaraan lapis baja "dengan simbol kontingen penjaga perdamaian" dekat desa di wilayah Bryansk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina.

Akhir bulan lalu, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Amerika Tony Blinken mengatakan telah terjadi "penumpukan signifikan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan, yang berpotensi menempatkan Rusia untuk apa yang disebut intervensi kemanusiaan atau penjaga perdamaian di Ukraina."

Hari Senin, kantor berita Rusia Itar-Tass mengutip Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang mengatakan ia secara resmi mengajukan banding ke Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, Dewan Eropa, Komisi Palang Merah Internasional dan PBB "untuk mengorganisir semacam misi kemanusiaan internasional," agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke daerah-daerah di dan sekitar Luhansk dan Donetsk.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG