Tautan-tautan Akses

Rusia Minta Twitter Blokir Sejumlah Akun


Logo Twitter terlihat di Ventura, California.
Logo Twitter terlihat di Ventura, California.

Lembaga pengawas telekomunikasi Roskomnadzor meminta Twitter memblokir akses ke selusin akun yang dianggap ekstremis.

Rusia pada Senin (23/6) meminta Twitter untuk memblokir akses ke selusin akun yang dianggap "ekstremis", menurut kepala lembaga pengawas telekomunikasi di negara itu, di saat Moskow mencari kontrol lebih besar terhadap situs-situs Internet di luar negaranya.

Permintaan untuk memblokir situs-situs itu dibuat oleh kepala lembaga pengawas komunikasi Roskomnadzor, Alexander Zharov, pada pertemuan dengan Colin Crowell, kepala kebijakan publik global Twitter, ketika kedua pria tersebut membahas aturan-aturan Internet baru.

Menyusul pembicaraan tersebut, Zharov dikutip kantor berita Rusia Itar-Tass yang mengatakan: "Tidak masalah di mana blog itu terdaftar... Saya harap akun-akun ini dihapus secepat mungkin."

Laporan tersebut tidak mengidentifikasi akun-akun Twitter mana yang menjadi kekhawatiran.

Bulan lalu, Twitter memblokir akses di Rusia terhadap sebuah akun yang terkait dengan kelompok nasionalis sayap kanan Ukraina, berhari-hari setelah seorang pejabat pada lembaga regulator mengancam akan menutup situs mikroblog tersebut jika tidak mematuhi aturan-aturan baru yang memperbolehkan pemerintah melarang situs-situs tanpa perintah pengadilan.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev saat itu menyangkal ada rencana untuk menutup Twitter.

Seorang juru bicara Twitter, Nu Wexler, mengukuhkan pertemuan Senin telah terjadi, untuk membawah aturan baru, tapi ia mengatakan tidak sepakat memblokir lebih banyak akun di Rusia.

Salah satu dari aturan-aturan baru di Internet mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk mempertahankan server yang mengatur lalu lintas Rusia ada di dalam negeri dan menyimpan informasi mengenai para pengguna setidaknya enam bulan. (Reuters)
XS
SM
MD
LG