Tautan-tautan Akses

Rusia: Kesepakatan atas Bantuan untuk Ukraina Dicapai


Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, Menlu Ukraina Pavlo Klimkin, Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Menlu Rusia Sergey Lavrov sebelum pembicaraan di Berlin (17/8). (AP/Steffi Loos)

Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, Menlu Ukraina Pavlo Klimkin, Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Menlu Rusia Sergey Lavrov sebelum pembicaraan di Berlin (17/8). (AP/Steffi Loos)

Perwakilan dari Komite Internasional Palang Merah akan mengawal truk-truk kemanusiaan Rusia ke Ukraina setelah mereka diizinkan masuk oleh penjaga perbatasan dan bea cukai.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan negaranya telah memecahkan masalah mereka sebelumnya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

Namun dia mengatakan Senin (18/8) di Berlin kemajuan dicapai dalam pembicaraan dengan rekan-rekan nya dari Jerman, Perancis dan Ukraina dalam mengamankan gencatan senjata atau menemukan solusi politik untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina timur.

Interfax melaporkan perwakilan dari Komite Internasional Palang Merah akan mengawal truk-truk kemanusiaan Rusia ke Ukraina setelah mereka diizinkan masuk oleh penjaga perbatasan dan bea cukai.

Namun, tiga menteri luar negeri Eropa bersama dengan Lavrov tidak dapat menyepakati solusi dalam pertemuan mereka di Berlin Minggu untuk menghentikan pertempuran di Ukraina timur. Lavrov mengatakan tidak ada "hasil positif" dalam usaha mencapai gencatan senjata, tetapi bahwa para menteri telah sepakat untuk bertemu lagi dalam beberapa hari mendatang untuk menangani semua masalah.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan para peserta melakukan pembicaraan secara terus terang dan bahwa para menteri itu akan melaporkan kembali kepada negara mereka masing-masing selagi mereka mempertimbangkan langkah mereka yang berikutnya.

Pada Minggu, Ukraina mengatakan pasukannya merebut sebuah kantor polisi distrik di Luhansk setelah pertempuran sengit dengan kaum separatis pro-Rusia.


XS
SM
MD
LG