Tautan-tautan Akses

Rusia Kesal Terhadap Ekspansi NATO di Eropa Timur


Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: dok).

Rusia menyebut langkah NATO ini ancaman bagi stabilitas di Eropa. Aliansi militer itu mengatakan rencana baru tersebut ditujukan untuk meyakinkan sekutu mereka di Eropa timur yang prihatin akan agresi Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan bertemu dengan kepala NATO, Jens Stoltenberg, Jumat (12/2) di sebuah konferensi keamanan di Munich, setelah aliansi militer Barat dan Amerika Serikat itu mengumumkan rencana untuk penguatan militer terbesar di Eropa sejak Perang Dingin.

Pengeluaran militer Amerika Serikat naik empat kali lipat di Eropa menjadi $3,4 miliar pada 2017, sementara NATO meningkatkan pasukan dalam rotasi dan pelatihan, menumpuk perangkat keras dan senjata militer, dan membentuk pasukan reaksi cepat.

Rusia menyebut langkah NATO ini ancaman bagi stabilitas di Eropa. Aliansi militer itu mengatakan rencana baru tersebut ditujukan untuk meyakinkan sekutu mereka di Eropa timur yang prihatin akan agresi Rusia.

Militer Rusia bersiap siaga dan mengadakan latihan singkat di Rusia tengah dan selatan dekat Ukraina sementara menteri-menteri pertahanan NATO berkumpul di Brussels pekan ini untuk menuntaskan langkah-langkah untuk mempertahankan Baltik dan Eropa Timur.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebutnya rencana untuk membendung Rusia dan ancaman bagi Eropa.

Utusan Rusia untuk NATO menjanjikan respons teknis militer terhadap meningkatnya kehadiran aliansi itu di Eropa. Namun para analis politik Rusia mengatakan mereka tidak khawatir dengan perlombaan senjata baru itu karena tindakan NATO itu merupakan pencegah dan ancamannya kecil bagi Rusia yang bersenjata nuklir. [as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG