Tautan-tautan Akses

Rusia Kerahkan Rudal, Jerman Peringatkan Meningkatnya Ketegangan

  • Henry Ridgwell

Rudal Rusia yang diberi nama "Iskander" (foto: dok).

Rudal Rusia yang diberi nama "Iskander" (foto: dok).

Kalangan analis berpendapat penempatan rudal nuklir Rusia di Kaliningrad, kawasan kantong negara itu di tepi Laut Baltik, semacam peringatan bagi negara-negara Barat.

Rudal-rudal Rusia itu ditempatkan pada saat Jerman memperingatkan bahwa ketegangan antara Rusia dan dunia Barat kini lebih berbahaya daripada ketegangan semasa Perang Dingin.

Rudal-rudal Rusia, yang diberi nama Iskander, tampak dalam percobaan peluncuran yang diadakan permulaan tahun ini. Jarak jangkau rudal itu 500 km sehingga penempatannya di Kaliningrad, kawasan kantong di antara Polandia dan Lithuania, mengejutkan dunia barat.

Igor Sutyagin dari lembaga Royal United Services mengatakan, “Reaksi dramatis yang ditunjukkan Barat tentang rudal-rudal Iskander itu bukan sekadar peringatan agar pihak Barat bangun, tetapi suatu pesan yang sangat jelas. Ini seolah menyiram seember air dingin kepada orang yang sedang tidur, yang berarti: “Bangun! Kalian kini tidak lagi hidup di dunia yang aman.”

Rusia mengatakan, penempatan rudal itu adalah bagian latihan militer rutin. Pada masa Perang Dingin, rudal-rudal yang lebih besar dipasang di kawasan yang dulu disebut Jerman Timur dan Cekoslowakia. Tetapi kali ini, menurut Sutyagin, Rusia menjalankan strategi psikologis.

“Tujuannya adalah mengintimidasi Barat, karena Rusia tidak mempunyai alat lain untuk bersaing di dunia internasional selain melakukan tekanan psikologis. Angkatan bersenjata Rusia kini relatif lebih lemah dibandingkan kekuatan pasukan NATO,” tambah Sutyagin.

Pemerintah Rusia juga menimbulkan keresahan dengan memasang sistem pertahanan rudal S-300 di pangkalan angkatan lautnya di Suriah. Tetapi Rusia membantah bahwa tindakan itu adalah “aksi unjuk gigi.”

Mayor jenderal Igor Konashenkov, juru bicara kementerian pertahanan Rusia, mengatakan, “Rudal-rudal itu untuk menjamin keamanan pangkalan angkatan laut di Tartus, dan satuan tugas angkatan laut Rusia, dari kemungkinan ancaman serangan udara. Tidak jelas mengapa penempatan rudal-rudal S-300 itu menimbulkan begitu banyak keresahan di antara mitra-mitra Barat kami.”

Namun, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier memperingatkan dalam artikel suratkabar minggu ini, ketegangan yang terjadi antara Rusia dan dunia Barat kini lebih berbahaya daripada yang terjadi pada masa perang dingin.

Keresahan itu semakin tampak di angkasa Eropa. Jet-jet tempur Rusia tampak terbang dekat satu kapal perang Amerika di Laut Baltik April lalu. Minggu lalu, Finlandia terpaksa mengirim jet-jet tempurnya untuk mencegat jet-jet SU-27 Rusia yang dilaporkan melanggar kawasan udaranya. Rusia membantah tuduhan itu. [ii/ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG