Tautan-tautan Akses

Rusia Kecam Pembatasan Penjualan Senjata dan Sanksi


Presiden Rusia Vladimir Putin hari Rabu mengatakan hanya sanksi-sanksi DK PBB yang berhak membatasi pasokan senjata ke negara apapun (foto: dok).

Presiden Rusia Vladimir Putin hari Rabu mengatakan hanya sanksi-sanksi DK PBB yang berhak membatasi pasokan senjata ke negara apapun (foto: dok).

Pemerintah Rusia hari Rabu (17/10) mengecam langkah internasional yang membatasi transaksi-transaksi dengan Suriah dan Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin hari Rabu mengatakan hanya sanksi-sanksi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB yang bisa menjadi landasan pembatasan pasokan senjata ke negara apapun.

Meskipun nama Suriah tidak disebut, pengumuman itu mengisyaratkan bahwa Rusia akan tetap mengabaikan keberatan-keberatan Barat atas penjualan senjata Rusia pada pemerintah Suriah, selagi memerangi para pemberontak yang berupaya menyingkirkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Langkah ini mengikuti keputusan Turki pekan lalu untuk memaksa sebuah pesawat penumpang Suriah yang terbang dari Rusia menuju Suriah mendarat di Turki, karena para pejabat Turki mengklaim pesawat itu membawa peralatan militer.

Kementeri Luar Negeri Rusia hari Rabu mengatakan “sangat prihatin” dengan sanksi-sanksi baru Uni Eropa terhadap Republik Islam Iran yang dimaksudkan untuk membatasi program nuklir yang kontroversial.

Langkah-langkah Uni Eropa yang mulai berlaku hari Selasa melarang transaksi keuangan dengan bank-bank Iran jika transfer uang itu terkait dengan bantuan kemanusiaan dan telah mendapat persetujuan sebelumnya.

Langkah itu juga mencakup pembatasan yang lebih ketat mengenai bisnis dengan bank sentral Iran, larangan atas impor gas alam Iran dan larangan atas ekspor grafit dan logam Iran yang dapat digunakan bagi program senjatanya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG