Tautan-tautan Akses

Rusia-Indonesia akan Tandatangani Kontrak Pasokan Senjata, Amunisi


Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT APEC di Beijing, November 2014.

Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT APEC di Beijing, November 2014.

Perjanjian itu akan ditandatangani dalam Konferensi Tingkat Tinggi Rusia-ASEAN di kota peristirahatan Laut Hitam, Sochi di Rusia, minggu ini

Rusia minggu ini akan menandatangani perjanjian dengan Indonesia untuk memasok senjata-senjata yang tidak disebutkan spesifikiasinya dan untuk amunisi yang akan diproduksi dengan lisensi, menurut juru bicara Kremlin Yuri Ushakov kepada wartawan, Selasa (17/5), seperti yang diberitakan kantor berita Reuters.

Ia mengatakan bahwa perjanjian itu akan ditandatangani dalam Konferensi Tingkat Tinggi Rusia-ASEAN di kota peristirahatan Laut Hitam, Sochi di Rusia, minggu ini, dan bahwa Presiden Vladimir Putin akan menyambut Presiden Joko Widodo di Sochi hari Rabu.

Rusia adalah pengekspor senjata terbesar kedua di dunia. Laporan menunjukkan bahwa Rusia mengekspor senjata bernilai lebih dari US$15 miliar pada 2015 dan berencana menjual peralatan militer dengan volume yang sama tahun 2016. Angka penjualan ini tercapai meskipun ada beberapa sanksi ekonomi terhadap perusahaan-perusahaan Rusia akibat konflik Ukraina.

Pada Desember 2014, Lembaga Riset Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) merilis laporan yang mengatakan bahwa meski pasar didominasi oleh manufaktur senjata di Amerika Utara dan Eropa Barat, penjualan mereka jatuh pada 2014. Sementara itu, produsen senjata Rusia dan Asia mengalami peningkatan penjualan senjata pada tahun yang sama, menurut laporan kantor berita AFP. [hd/dw]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG