Tautan-tautan Akses

Rusia Hambat Misi PBB, Uni Eropa Perketat Sanksi untuk Suriah


Presiden Rusia Dmitry Medvedev (tengah), memimpin sebuah rapat Dewan Keamanan PBB di kediaman Gorki di luar kota Moskow (13/1).
Presiden Rusia Dmitry Medvedev (tengah), memimpin sebuah rapat Dewan Keamanan PBB di kediaman Gorki di luar kota Moskow (13/1).

Rusia berjanji akan menghambat usaha Barat untuk melakukan tindakan militer terhadap Suriah, sementara Uni Eropa bersiap-siap memperketat sanksi terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Menteri Luar negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan hari Rabu setiap rencana untuk mengirim pasukan asing ke Suriah tidak akan disetujui dalam Dewan Keamanan PBB, dimana Moskow memegang hak veto. Rusia adalah sekutu militer utama Suriah.

Lavrov juga mengatakan pemerintahnya terus menjual produk ke Suriah tanpa melanggar hukum internasional. Ia mengatakan sanksi yang dikenakan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa merongrong usaha kolektif untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Utusan Jerman untuk PBB hari Rabu mengecam tajam kekerasan yang sedang berlangsung di Suriah dan menuduh Rusia menghambat Dewan mengambil tindakan tegas disana.

Para Menteri Luar negeri Uni Eropa akan mengadakan pertemuan hari Senin di Brussels untuk membicarakan babak baru pembekuan aset dan larangan bepergian terhadap perorangan dan perusahaan Suriah.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan hari Rabu bahwa London akan memimpin usaha memperketat sanksi Uni Eropa terhadap Presiden Suriah, yang disebutnya “diktator yang terkutuk”

Cameron juga mengatakan ada bukti yang meningkat bahwa Iran dan kelompok militan Lebanon yang didukung Iran, Hezbollah, menyediakan bantuan materil kepada pemerintahan Assad. Iran dan Hezbolalh telah membantah tuduhan itu.

XS
SM
MD
LG