Tautan-tautan Akses

Rusia dan Krimea Tandatangani Kesepakatan Bersatu


Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan para pemimpin Krimea menandatangani kesepakatan di Moskow hari Selasa (18/3).

Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan para pemimpin Krimea menandatangani kesepakatan di Moskow hari Selasa (18/3).

Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin Krimea hari Selasa (18/3) menandatangani kesepakatan menjadikan Krimea bagian dari Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Krimea menandatangani kesepakatan untuk menjadikan semenanjung di Laut Hitam itu bagian dari Rusia hari Selasa (18/3), hanya dua hari setelah wilayah itu memutuskan untuk memisahkan diri melalui referendum yang dinyatakan ilegal oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Putin menandatangani dokumen itu bersama perdana menteri pemerintah regional Krimea Sergei Askyonov, Ketua Parlemen Krimea Vladimir Konstantinov, dan Walikota Sevastopol Aleksei Chalov. Sevastopol adalah kota pelabuhan di mana armada Laut Hitam Rusia berpangkalan.

Kremlin mengatakan dalam situsnya, Krimea diterima masuk ke dalam Federasi Rusia dari tanggal penandatanganan kesepakatan itu.

Perjanjian itu ditandatangani segera setelah Putin mengatakan kepada parlemen Rusia dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi bahwa Krimea selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Rusia, satu hari setelah ia menandatangani dekrit yang mengakui Krimea sebagai negara berdaulat dan merdeka.

Namun Presiden Putin mengatakan, Selasa, referendum itu sesuai norma-norma demokrasi dan internasional.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden berada di Polandia, Selasa, untuk mengadakan pembicaraan dengan sekutu-sekutu regional yang memprihatinkan masuknya militer Rusia ke Krimea. Biden bertemu dengan para pemimpin Polandia dan negara-negara Baltik seperti Estonia, Lithuania dan Latvia.

Setelah mengeluarkan banyak peringatan, Washington dan Brussels mengenakan sanksi pertama terhadap para pejabat Rusia hari Senin karena dukungan mereka pada referendum Krimea.
XS
SM
MD
LG