Tautan-tautan Akses

Rusia Blokir Resolusi Gencatan Senjata PBB di Suriah


Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengecam rejim Bashar Al Assad (foto: dok).

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengecam rejim Bashar Al Assad (foto: dok).

Rusia memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pemboman mematikan di kota Aleppo, Suriah.

Untuk kelima kalinya dalam lima tahun Moskow telah menggunakan veto-nya untuk memblokir resolusi PBB guna mengahiri pertumpahan darah.

“Rejim Assad dan para pendukungnya mengklaim mereka bertindak dalam konteks untuk melawan teroris”, ujar Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault, yang terbang ke New York untuk mengikuti pemungutan suara yang sangat jarang dilakukan itu.

"Ini tidak benar dan saya mengutuk keras hal ini. Bashar Al Assad tidak melawan teroris, ia memanaskan situasi”, tambah Ayrault.

Perancis dan Spanyol merancang teks resolusi yang ikut didukung oleh hampir 50 negara.

Sebelumnya Ayrault selama tiga hari melakukan diplomasi ulang-alik, dengan pergi ke Moskow dan kemudian ke Washington, untuk menjajaki apakah bisa mendapat dukungan dari dua ibukota itu setelah Amerika menangguhkan kerjasama bilateral dengan Rusia tentang Suriah.

Tanpa veto Rusia, resolusi itu akan lolos. China, dan Angola abstain, sementara Venezuela mendukung Rusia untuk ‘’menolak’’ resolusi tersebut. Tetapi 11 anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan mendukungnya.

Wakil Duta Besar Amerika Untuk PBB David Pressman mengatakan “Rusia dan Assad ingin mengepung bagian timur Aleppo untuk semakin memperkuat keberadaan rejim itu di Aleppo. Rusia tidak akan membiarkan resolusi ini menghalangi upaya mereka, sehingga mereka memvetonya”, ujar Pressman.

Ditambahkannya, “Rusia telah menyampaikan veto di Dewan Keamanan PBB untuk memperkuat Bashar Al Assad dengan mengorbankan 275 ribu warga Suriah”. Ini adalah jumlah warga Suriah yang menurut PBB berada di kota yang dikuasai pemberontak itu. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG