Tautan-tautan Akses

Rusia Bertekad Lakukan Pembalasan atas Jatuhnya Pesawat Tempur

  • Daniel Schearf

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jatuhnya pesawat tempur Rusia merupakan tikaman dari belakang oleh para pendukung teroris (24/11).

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jatuhnya pesawat tempur Rusia merupakan tikaman dari belakang oleh para pendukung teroris (24/11).

Rusia bertekad akan melakukan pembalasan maksimal setelah Turki menembak jatuh sebuah pesawat tempurnya yang diduga melanggar perbatasan Turki dengan Suriah dan menewaskan seorang pilot Rusia.

Ditembak jatuhnya sebuah pesawat militer Rusia oleh Turki di perbatasannya dengan Suriah meningkatkan keprihatinan tentang kemungkinan terjadinya pembalasan oleh Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan pernyataan keras terhadap Turki.

“Kehilangan kami hari ini merupakan tikaman dari belakang oleh para pendukung teroris,” kata Putin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Rabu (25/11) mengatakan ketika pesawat-pesawat tempur Turki menembak jatuh pesawat Rusia itu, negaranya hanya melakukan tindakan bela-diri, dan menambahkan ia tidak ingin ada peningkatan eskalasi apapun dengan Rusia.

Berbicara dalam sebuah acara di Istanbul, Erdogan mengatakan pesawat itu jatuh di Suriah tetapi masih berada dalam wilayah udara Turki ketika ditembak hari Selasa (24/11). Beberapa pejabat lain di Turki mengatakan pesawat itu memasuki wilayah udara Turki hingga sejauh dua kilometer selama sekitar 17 detik dan pasukan Turki telah memberi 10 peringatan yang diabaikan pesawat Rusia itu sebelum akhirnya ditembak jatuh.

Rusia menyangkal pesawatnya melintasi perbatasan Turki.

Meskipun demikian Erdogan menegaskan ia tidak ingin melihat masalah menjadi lebih besar.

“Tidak seorang pun bisa berharap kami akan diam saja dan tidak bereaksi terhadap pelanggaran terus menerus atas keamanan perbatasan kami, dan tidak peduli atas hak dan kedaulatan kami. Kami tentu saja tidak ingin memperuncing insiden ini. Turki selalu mendahulukan perdamaian, dialog dan diplomasi, bukan ketegangan, krisis dan permusuhan,” ujar Erdogan.

Berbicara di Gedung Putih hari Selasa (24/11), Presiden Amerika Barack Obama menyambut pernyataan Erdogan bahwa insiden itu bisa diselesaikan secara diplomatis.

Pejabat-pejabat Turki mengeluh bahwa Rusia membom desa-desa pemberontak Turkmen di perbatasan guna mendukung sekutunya Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Rusia mengatakan sebuah helikopter SAR yang dikirim ke daerah itu juga ditembak jatuh, tampaknya oleh para pemberontak Turkmen.

Rusia telah mengumumkan beberapa reaksi. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu hari Rabu mengatakan militer akan mengirim sistem misil canggih S-400 ke propinsi Latakia – Suriah, yang berbatasan dengan Turki. Rusia juga mengirim kapal penjelajah bersenjata peluru kendali ke daerah itu.

Tetapi Rusia tampaknya tidak akan menanggapi Turki secara militer karena Turki merupakan anggota aliansi militer Barat – NATO. NATO menunjukkan solidaritas dengan Turki dan menyerukan ketenangan dan penurunan ketegangan. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG