Tautan-tautan Akses

Rusia Bantah Terlibat Dalam Serangan Gas Beracun di Suriah


Orang-orang dengan baju pelindung dan masker gas melakukan pelatihan penyelamatan korban gas berancun di Aleppo, Suriah. (Foto: dok.)

Orang-orang dengan baju pelindung dan masker gas melakukan pelatihan penyelamatan korban gas berancun di Aleppo, Suriah. (Foto: dok.)

Rusia membantah pernyataan-pernyataan pemberontak Suriah dan kelompok-kelompok HAM bahwa negara itu mendalangi serangan gas klorin, Selasa (2/8), di lokasi yang sama di mana sebuah helikopter Rusia ditembak jatuh sehari sebelumnya. Bantahan Moskow itu disampaikan melalui media pemerintah Rusia, TASS.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip TASS, mengatakan, “Saya tidak mendapat informasi itu, kami tidak memiliki informasi mengenai bagaimana operasi itu dilangsungkan.”

Peskov juga mengatakan, “Sangat sulit untuk menanggapi informasi seperti itu; tidak selalu jelas apa yang menjadi dasarnya, apa sumber mereka dan lain-lain”

Para pekerja bantuan di Suriah baratlaut yang dikoyak perang mengatakan, Selasa, sebuah helikopter menjatuhkan berbarel-barel gas beracun di sebuah kota dekat Aleppo. Paling sedikit 30 tewas, umumnya perempuan dan anak akibat gas tersebut. Mereka mengatakan, gas beracun itu dijatuhkan pada malam hari dekat lokasi di mana sebuah helikopter Rusia ditembak jatuh beberapa jam sebelumnya oleh pemberontak.

Menjelang Selasa malam, muncul laporan-laporan yang saling bertentangan. Para pejuang pemberontak yang berusaha menembus pengepungan di Aleppo dan pasukan pemerintah yang mengepung kota itu saling menuding pihak lain menggunakan gas beracun yang diyakini klorin.

Para dokter di kota Saraqeb mengatakan kepada wartawan, sebanyak lima kontainer klorin dijatuhkan di kawasan permukiman di sana tidak lama sebelum tengah malam. Seorang dokter mengatakan kepada seorang wartawan televisi al-Jazeera, ia yakin bahan kimia itu klorin karena gas yang sangat beracun itu pernah juga dijatuhkan di kawasan yang sama di masa lalu. [ab/as]

XS
SM
MD
LG