Tautan-tautan Akses

Rusia Bertekad Balas Sanksi Baru AS


Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (foto: dok).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (foto: dok).

Rusia hari Rabu (2/9) mengatakan akan menanggapi sanksi-sanksi baru Amerika yang diberlakukan terhadapnya terkait krisis Ukraina.

Dalam pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, Moskow menyatakan Rusia akan “membalas” hal tersebut meski tidak akan sama persis dengan sanksi-sanksi yang diberlakukan Amerika.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan Amerika seharusnya tidak berilusi dapat terus melakukan tindakan ini tanpa konsekuensi negatif bagi Amerika sendiri.

Pemerintah Amerika dalam pernyataan pada situs Federal Register hari Rabu menyatakan menambah daftar orang yang dikenai sanksi pembatasan yang sebelumnya sudah diberlakukan terhadap Rusia, menjadi 29 orang. Ditambahkan ke-29 orang itu melakukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika.

Pernyataan hari Rabu itu menyatakan Amerika mengambil tindakan ini guna memastikan efektifitas sanksi-sanksi terhadap Rusia karena melanggar hukum internasional dan mengobarkan konflik di Ukraina Timur.

Uni Eropa diperkirakan akan memperpanjang sanksi-sanksinya menjadi enam bulan lagi, terhadap elemen-elemen Ukraina dan Rusia yang dituding mendukung kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina bagian timur. Tanpa perpanjangan itu, sanksi-sanksi tersebut akan berakhir pada tanggal 15 September mendatang.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulangkali mengabaikan sanksi-sanksi Uni Eropa terhadap sektor pertahanan, keuangan dan energi Rusia – termasuk sanksi yang menarget individu – sebagai tindakan yang tidak efektif dan kontra-produktif terhadap upaya perdamaian, meskipun ada dampaknya pada ekonomi Rusia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG