Tautan-tautan Akses

AS

Ruang Briefing Gedung Putih Dievakuasi akibat Ancaman Bom


Anggota pers saat dievakuasi dari Gedung Putih, Selasa (9/6).

Anggota pers saat dievakuasi dari Gedung Putih, Selasa (9/6).

Para agen Secret Service AS memerintahkan para reporter mengosongkan ruangan briefing Gedung Putih Selasa sore setelah menerima sebuah ancaman bom.

"Sebuah ancaman bom lewat telepon terhadap ruang briefing Gedung Putih diterima oleh Departemen Polisi Metropolitan [Washington, D.C.] sesaat sebelum pukul 2 siang," ujar juru bicara dinas rahasia AS, Secret Service Brian Leary.

Ruangan tersebut dievakuasi di tengah briefing oleh juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Evakuasi hanya diberlakukan bagi ruangan briefing bagi pers di Gedung Putih dan tidak mempengaruhi bagian-bagian lain Gedung Putih.

Seekor anjing pelacak Secret Service dikerahkan untuk memeriksa area tersebut.

Para reporter yang dievakuasi berkumpul di lokasi siaran langsung para jaringan televisi di luar Gedung Putih, lalu dipindahkan ke Auditorium South Court dekat Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower. Para anggota pers berada di sana selama 25 menit sebelum ruangan briefing dinyatakan aman.

Briefing oleh Earnest dilanjutkan kembali pada pukul 2:45. Ia mencoba kembali menjawab sebuah pertanyaan mengenai keamanan dunia maya yang sebelumnya terputus, namun pertanyaan-pertanyaan baru sudah menanti.

Presiden Obama dan keluarga yang berada di Gedung Putih saat itu, tidak turut dievakuasi, ujar Earnest kepada para reporter.

TONTON: Video sesaat sebelum dan sesudah evakuasi

Ini merupakan evakuasi pertama yang dilakukan di tengah briefing pers yang disiarkan langsung televisi, walaupun Gedung Putih menerima berbagai ancaman keamanan akhir-akhir ini termasuk di antaranya, insiden seorang pria yang melompati pagar pembatas Gedung Putih.

Pada hari yang sama, sebuah sidang dengar pendapat mengenai Lembaga Keamanan Transportasi (TSA) di Gedung Kongres AS Capitol Hill dievakuasi, setelah ditemukan sebuah paket mencurigakan.

Polisi Capitol mengosongkan beberapa lantai di gedung kantor Senat Dirksen, tapi tidak menemukan adanya materi berbahaya.

Ditanya apakah kedua ancaman bom tersebut terkait, Earnest meminta reporter untuk merujuk kepada Secret Service.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG