Tautan-tautan Akses

Romney Tekankan Pengalaman di Dunia Bisnis

  • Jim Malone

Para delegasi menonton presentasi video dalam Konvensi Politik Partai Republik di Tampa, Florida. (Foto: AP)

Para delegasi menonton presentasi video dalam Konvensi Politik Partai Republik di Tampa, Florida. (Foto: AP)

Dalam melawan Presiden Barack Obama, Mitt Romney menekankan pengalamannya berbisnis dan janjikan lapangan pekerjaan jika terpilih.

Mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney akan secara resmi dinominasikan minggu ini sebagai kandidat presiden dari Partai Republik dalam konvensi partai Republik di Tampa, Florida.

Dalam upayanya untuk menjadi Presiden ke-45 Amerika, Mitt Romney menekankan pengalamannya dalam berbisnis.

“Saya paham bisnis, dan saya ingin menggunakan pengalaman itu untuk memastikan kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi setiap warga Amerika yang membutuhkannya,” ujarnya.

Jika terpilih, Romney mengatakan ia akan menurunkan pajak, memangkas pengeluaran pemerintah, mengurangi defisit anggaran dan mencabut undang-undang layanan kesehatan yang ditandatangani Presiden Barack Obama.



Romney mendapat penghasilan jutaan dollar sebagai CEO dari perusahaan Bain Capital, salah satu perusahaan swasta terbesar dalam bidang investasi. Ia menyelamatkan Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City dari kesulitan keuangan dan menjadi Gubernur Massachusetts dalam satu masa jabatan.

Romney gagal dalam upaya pertamanya mencalonkankan diri sebagai kandidat presiden Partai Republik empat tahun lalu. Tapi ia menang tahun ini setelah menyingkirkan lawannya yang konservatif, Rick Santorum dan Newt Gingrich, dan mengatasi keraguan publik tentang kepercayaan Mormon yang ia anut.

Romney kini memimpin partai yang berkomitmen mengalahkan Presiden Obama bulan November nanti, kata analis John Fortier.

“Mitt Romney mungkin bukan kandidat yang paling antusias, tetapi berpeluang mengalahkan Barack Obama, tokoh yang sangat ditentang Partai Republik, yang merupakan faktor motivasi terkuat,” ujar Fortier.

Dalam kebijakan luar negeri, Romney mengatakan Presiden Obama telah merusak hubungan dengan sekutu lama Israel dan tidak tegas terhadap Iran, Tiongkok dan Rusia.

“Dalam berurusan dengan negara lain, Presiden Obama telah memberi kepercayaan yang tidak layak, menghina dengan tidak pantas dan meminta maaf walaupun tidak perlu,” ujar Romney.

Romney memusatkan perhatian pada lemahnya ekonomi. Tapi jajak pendapat publik menunjukan bahwa ia menghadapi tantangan karena para pemilih berpendapat Presiden Obama lebih disukai, kata pakar dari Universitas Amerika Jennifer Lawless.

“Tidak diragukan, Mitt Romney bermasalah dalam hal ini. Namun dalam banyak hal mungkin sudah waktunya ia menghadapi langsung masalah itu dan mengatakan kepada rakyat Amerika: ‘Saya tahu Anda tidak terlalu menyukai saya tapi saya dapat membawa negara ini bergerak kearah yang benar,’” saran Fortier.

Romney kurang dikenal dibandingkan Presiden Obama, kedua pihak akan berupaya memusatkan perhatian ke hal itu selama beberapa pekan terakhir kampanye, kata ahli jajak pendapat Quinnipiac, Peter Brown.

“Ada persaingan untuk menggambarkan profil Mitt Romney kepada rakyat Amerika. Persaingan antara pihak Obama yang ingin mendefinisikan Romney secara negatif dan pihak Romney yang ingin mendefinisikan dirinya secara positif. Pihak yang melakukan pekerjaan terbaik dalam mendefinisikan Mitt Romney akan menang,” ujar Brown.

Mitt Romney, 65, menikah dengan istrinya Ann sejak 1969, dan mereka memiliki lima anak.
XS
SM
MD
LG