Tautan-tautan Akses

Robot Penebeng asal Kanada Mungkin 'Hidup' Kembali


Sebuah mobil melewati HitchBOT, robot penebeng di Marblehead, Massachusetts, 17 Juli 2015.

Sebuah mobil melewati HitchBOT, robot penebeng di Marblehead, Massachusetts, 17 Juli 2015.

HitchBOT, robot penebeng asal Kanada yang suka bicara dan menemui 'ajal' di tangan para pengacau di Amerika, mungkin bisa mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali.

Penciptanya, Frauke Zeller dan David Smith, mengatakan mereka kewalahan dengan tawaran untuk menghidupkan kembali robot tersebut setelah dihancurkan pada suatu akhir pekan di jalanan di Philadelphia, kota timur laut AS yang dikenal sebagai "City of Brotherly Love."

HitchBOT sudah melalui beberapa bagian Kanada, Belanda dan Jerman dengan cara menebeng sebagai bagian dari suatu eksperimen untuk mencatat interaksi antara manusia dan robot.

HitchBOT memulai perjalanan sepanjang 4.800 kilometer di AS dari Boston, tapi hanya berhasil melalui 480 kilometer ke arah barat daya ke Philadelphia sebelum para pengacau merusaknya dan membuatnya hancur berkeping-keping di sebuah jalan, dan membuat banyak orang kesal.

HitchBOT bergantung pada kebaikan orang untuk membawanya dari satu kota ke kota lain, membangun percakapan pendek dan menjawab pertanyaan-pertanyaan trivia dengan mengecek fakta-fakta di komputernya.

Robot tersebut dirakit dari peralatan rumah tangga dan barang-barang toko perkakas. Kepalanya terbuat dari penutup kue yang diterangi oleh lampu LED dengan wajah penuh senyum dan badannya terbuat dari ember bir plastik dan kaki tangannya terbuat dari ban plastik untuk berenang.

Seorang warga Philadelphia mengatakan, "(Para pengacau) itu kurang ajar kan? Seharusnya mereka tidak begitu. Memangnya robot itu mengganggu manusia?"

"Duh, badan saya rusak," tulis robot tersebut di websitenya. "Kadang-kadang hal buruk menimpa robot! Perjalanan saya harus diakhiri sekarang, tapi rasa sayang saya pada manusia tidak akan habis. Terima kasih teman-teman."

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG