Tautan-tautan Akses

Robot Mulai Menjadi Bagian Kehidupan Sehari-hari


Pepper, robot buatan Belgium, menyambut pengunjung konferensi Wall Street Journal Digital Live (WSJDLive). (Foto: dok.)

Pepper, robot buatan Belgium, menyambut pengunjung konferensi Wall Street Journal Digital Live (WSJDLive). (Foto: dok.)

Setelah mengubah industri manufaktur, kini robot perlahan-lahan tapi pasti mulai memasuki kehidupan sehari-hari.

Mereka tidak selalu terlihat seperti manusia, tetapi mesin-mesin dengan intelijensia artifisial semakin baik dalam menggantikan peran manusia dalam berbagai pekerjaan mulai dari pemandu di rumah sakit sampai petugas parkir valet.

Dulu, robot-robot industri mulai menggantikan manusia dalam banyak tugas yang rumit dan berbahaya, seperti mengelas ribuan suku cadang yang identik bagi mobil dan mesin lainnya.

Robot yang lebih canggih mampu mengangkat dan menggerakkan beban yang berat, seperti lokomotif kereta api atau memilah barang untuk pengiriman dengan cepat.

Kini, robot penerus mereka mungkin bisa mulai memarkir kendaraan di tempat yang sempit yang dihindari banyak pengendara karena khawatir merusak kendaraan mereka atau orang lain.

Perusahaan China Yeefung Automation Technology mengatakan robot valet, Geta, bisa memarkir sebuah kendaraan dengan aman dalam waktu dua menit.

“Robot ini bisa bergerak kemana saja tanpa trek atau jalur, secara bebas dan fleksibel dan akan mereformasi parkir di masa depan,” ujar Marco Wu dari Yeefung Automation Technology.

Wu mengatakan selain menghemat waktu, robot itu menghemat tempat sampai 40 persen ketika memarkir mobil, yang bisa jadi faktor penting terutama di kota-kota besar.

Robot lain, yang lebih mirip manusia, baru-baru ini mulai bekerja sebagai resepsionis di sebuah rumah sakit di Ostend, Belgium.

Pepper yang tingginya 1.2 meter dan dikembangkan oleh Zora Bots, bisa berbicara 19 bahasa, dan tahu cara menghadapi anak-anak dan bayi. Seorang ibu bernama Bieke Vandeputte memuji cara robot itu menghadapi puteranya.

“Robot itu tidak membuatnya takut, dan itu penting, terutama bagi anak-anak," kata Vandeputte.

Tugas Pepper adalah menyambut pasien, memberikan informasi umum dan menunjukkan kamar-kamar terkait. Dengan baterai penuh, Pepper bisa bekerja sampai 20 jam.

Robot itu bisa menganalisa nada suara dan ekspresi wajah, dan pihak pengembang mengatakan peran utamanya adalah membuat orang merasa lebih nyaman di rumah sakit. [vm]

XS
SM
MD
LG