Tautan-tautan Akses

Rizal Ramli: Indonesia Rugi Rp 20 Miliar Perhari dari Impor Minyak

  • Muliarta

Ekonom Rizal Ramli mengecam keras praktek mafia impor minyak yang merugikan negara Rp 20 miliar perhari.

Ekonom Rizal Ramli mengecam keras praktek mafia impor minyak yang merugikan negara Rp 20 miliar perhari.

Setiap harinya Indonesia diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 20 miliar dari pengadaan minyak, akibat ulah para mafia impor minyak.

Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan Rizal Ramli mengungkapkan Indonesia tidak perlu memberlakukan kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jika pemerintah mampu memberantas para mafia impor minyak. Rizal Ramli memprediksikan selama ini akibat ulah mafia impor minyak negara mengalami kerugian mencapai Rp. 20 miliar rupiah perhari.

Hal tersebut diungkapkan Rizal Ramli pada dialog ekonomi Indonesia dan Bali terkait kenaikan BBM di Denpasar Bali pada Rabu siang (21/3). Menurut mantan menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini, mafia impor minyak selama ini sangat diuntungkan dengan proses pengadaan impor minyak dengan sistem tender. Apalagi setiap harinya Indonesia mengimpor sekitar 400 ribu barel minyak mentah dan 500 ribu barel minyak jadi seperti premium, solar dan minyak tanah.

“Ada mafia migas kelompok orang yang mendapatkan keuntungan 2-3 dolar perhari, kalikan 900 ribu barel, mereka dapat lebih dari 2 juta dolar, 20 miliar perhari, kalikan 360 mereka dapat lebih dari 7 triliyun, tetapi mereka ada karena dukungan dari kekuasaan, mereka menyogok orang-orang yang berkuasa,” ungkap Rizal Ramli.

Rizal Ramli menegaskan banyak jalan yang sebenarnya bisa dilakukan pemerintah selain memberlakukan kenaikan harga BBM. Jalan tersebut dapat berupa pemberantasan mafia impor migas dan pembangunan kilang baru.

“Ini luar biasa keterlaluan, kenapa tidak sikat mafia migas ini, bangun kilang sehingga ongkos memproduksi BBM itu lebih murah, kita sering dicekokin bahwa ini subsidi untuk rakyat padahal sebagian besar ini subsidi untuk KKN di sektor migas dan subsidi ketidakefisienan,” kecam Rizal.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan pemerintah telah mempertimbangkan dampak kenaikan BBM, sehingga pemerintah tetap memberikan subsidi bagi masyarakat kecil.

“Subsidinya berubah, tadinya disubsidi Rp. 7.300, premium itu membuatnya dengan harga Rp 8.000 dijual Rp. 4.500, jadi 3.500 subsidinya, nah subsidi ini lagi diatur berapa, tetapi tetap rakyat miskin dan kendaraan umum, sepeda motor itu diberikan subsidi,” papar Jero Wacik.

Menurut rencana mulai 1 April mendatang pemerintah akan memberlakukan kenaikan harga BBM. Rencana ini juga telah mendapat reaksi penolakan dalam bentuk aksi demo yang digelar mahasiswa dan komponen masyarakat lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG