Tautan-tautan Akses

Tri Rismaharini Berbagi Pengalaman Pembangunan Perkotaan di Washington

  • Made Yoni

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) tampil sebagai salah satu pembicara pada seminar bertema "Kota dan Warga: Tokoh Pembawa Perubahan untuk Pembangunan yang Inklusif" di Washington DC, Kamis 9/10 (foto: VOA/Made Yoni).

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) tampil sebagai salah satu pembicara pada seminar bertema "Kota dan Warga: Tokoh Pembawa Perubahan untuk Pembangunan yang Inklusif" di Washington DC, Kamis 9/10 (foto: VOA/Made Yoni).

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington DC kali ini (8-12 Oktober) dihadiri tokoh masyarakat internasional yang terlibat pembangunan di berbagai belahan dunia, termasuk Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sedang berlangsung di Washington DC, sejak hari Rabu 8 Oktober 2014 sampai hari Minggu 12 Oktober 2014.

Di sela-sela pertemuan tahunan tersebut serangkaian seminar juga diselenggarakan membahas berbagai topik termasuk tantangan menciptakan lapangan kerja dan pembangunan inklusif, serta kemajuan-kemajuan untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kemakmuran bersama dan peranan investasi publik.

Salah satu seminar IMF/Bank Dunia diselenggarakan hari Kamis (9/10), di gedung Bank Dunia di mana walikota Surabaya Tri Rismaharini berbagi pengalaman dalam pembangunan perkotaan.

Risma tampil sebagai salah satu pembicara pada seminar terbuka bertema Kota dan Warga: Tokoh Pembawa Perubahan untuk Pembangunan yang Inklusif di markas Bank Dunia di Washington DC.

Seminar ini membahas bagaimana kota menjadi tempat dimana warga berkembang, melahirkan kesempatan serta mendorong kebijakan-kebijakan demi kesejahteraan warganya. Seminar yang disiarkan secara langsung dan diikuti peserta lewat internet ini juga memberi kesempatan peserta di luar gedung untuk mengajukan pertanyaan lewat twitter.

Pejabat-pejabat, pekerja IMF/Bank Dunia, pengamat pembangunan internasional dan negara-negara anggota lembaga internasional itu tampak menyimak seksama pengalaman dan diskusi para pembicara.

Tri Rismaharini (tengah/berjilbab) berfoto bersama para pembicara pada seminar di markas Bank Dunia di Washington DC, Kamis 9/10 (foto: VOA/Made Yoni).

Tri Rismaharini (tengah/berjilbab) berfoto bersama para pembicara pada seminar di markas Bank Dunia di Washington DC, Kamis 9/10 (foto: VOA/Made Yoni).

Pembicara lain yang hadir bersama Tri Rismaharini adalah Achref Aouadi pendiri dan pimpinan I-Watch, Robin King Direktur Pembangunan Perkotaan dan Aksesibilitas dari Lembaga Sumber Daya Dunia dan Xavier de Souza Briggs, Wakil Presiden Kesempatan Ekonomi dan Aset, Yayasan Ford.

Dalam seminar tersebut Tri Rismaharani menyebut keberhasilannya mengelola kota Surabaya sebagian adalah berkat terpenuhinya kebutuhan pokok warga baik melalui pendidikan dan membantu para warga miskin, anak-anak terlantar serta membenahi infrastruktur kota.

Ia juga mengatakan keterlibatan warga berperan dalam pembangunan kota sehingga mampu membawa pertumbuhan kota Surabaya di atas tingkat pertumbuhan provinsi dan nasional dan kini di angka pertumbuhan 7,6 %.

Menanggapi komentar peserta seminar bahwa situasi politik tidak selalu mendukung reformasi pembangunan serta keprihatinan akan UU Pilkada yang baru Tri Rismaharani mengakui sistem-sistem yang dibuatnya mungkin merugikan pihak tertentu namun masyarakat katanya harus dididik untuk mendesak pemerintah melaksanakan program-programnya.

Risma menegaskan suara rakyat baginya adalah suara Tuhan yang harus didengar dan politik hanya pelayan rakyat bukan pelayan politisi. Meski sempat mengatakan tidak mendukung pilkada tidak langsung dan tidak ingin mencalonkan diri kembali pada tahun 2015, Tri Rismaharini menambahkan akan melihat perkembangan yang terjadi di masyarakat.

Risma juga berharap lewat kunjungannya ini, IMF dan Bank Dunia bisa membantunya mengatasi masalah transportasi di kota Surabaya yang dikatakannya tidak mungkin dilaksanakan pemerintah kota sendiri. Ia juga menyatakan keiinginannya berkunjung ke kota Seatle yang menjadi mitra kota Surabaya dan mengunjungi markas Google.

Tri Rismaharini yang mengaku gembira dengan sumbangan lukisan Kartika Affandi untuk perbaikan Kebun Binatang Surabaya, juga akan berkunjung ke Kebun Binatang Nasional Washington DC pada hari Jumat (10/10).

XS
SM
MD
LG