Tautan-tautan Akses

Risiko Memprotes Putin: Penganiayaan di Penjara


Kantor Amnesty International di Moskow disegel pemerintah Rusia tanpa penjelasan atau peringatan, Rabu (2//11).

Kantor Amnesty International di Moskow disegel pemerintah Rusia tanpa penjelasan atau peringatan, Rabu (2//11).

Risiko pembangkangan di Rusia yang dipimpin Vladimir Putin terungkap pekan ini, sewaktu dua kasus terpisah menyoroti situasi HAM yang buruk di negara itu.

Hari Rabu (2/11), warga Rusia staf Amnesty International cabang Moskow yang datang bekerja mendapati kunci kantor mereka diganti dan pintu-pintu disegel tanpa penjelasan atau peringatan. Menurut berbagai pernyataan yang kemudian dikeluarkan kantor walikota Moskow, organisasi itu tidak membayar sewa kantor tepat waktu.

“Semua komputer, berkas, barang pribadi masih di sana, di balik pintu-pintu yang dikunci,” kata Ivan Kondratenko dari Amnesty Rusia yang dimuat di Facebook.

Seraya menyatakan bahwa organisasi itu telah menyewa kantor tersebut dari pemerintah kota selama 20 tahun tanpa insiden atau terlambat membayar sewa, para pejabat Amnesty menyatakan berharap masalah ini dapat segera diselesaikan.

Namun ada berbagai pernyataan dari komunitas aktivis HAM Rusia bahwa langkah penyegelan itu semata-mata menunjukkan situasi HAM sekarang ini di sana.

“Tak adanya peringatan itu memperbesar kecurigaan bahwa ini bukan sengketa biasa antara pemilik dan penyewa kantor,” kata Tanya Lokshina, direktur Human Rights Watch di Rusia. “Ini lebih terkait dengan kegiatan mereka di Rusia, seperti kritik terus menerus mereka mengenai semakin dalamnya krisis HAM di Rusia,” jelasnya kepada VOA. “Dan mengingat iklim politik sekarang ini, ada alasan yang kuat untuk curiga bahwa tindakan ini diambil untuk menekan Amnesty International.”

Masalah yang dialami Amnesty ini terjadi sementara kelompok-kelompok HAM dan LSM-LSM lain yang bekerja di Rusia terus bergulat menghadapi serangkaian undang-undang baru belakangan ini yang kata mereka dimaksudkan untuk membatasi kegiatan mereka.

Organisasi di dalam negeri yang semula menerima dana asing kini harus didaftarkan sebagai “agen asing” atau kalau tidak akan dikenai denda besar. Kelompok-kelompok lain, termasuk lembaga asing yang didanai Amerika seperti National Democratic Institute, telah dicap sebagai lembaga yang “tidak diinginkan” oleh pihak berwenang dan dipaksa tutup dengan pemberitahuan mendadak.

Pemerintah Rusia menyatakan langkah itu dimaksudkan untuk mencegah pihak asing mencampuri sistem politik Rusia. Berbagai kelompok HAM berpendapat tujuan Kremlin yang lebih besar adalah mengatasi pembangkangan, betapapun kecilnya itu. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG