Tautan-tautan Akses

Rio Haryanto Masih Berharap Kembali ke F1


Rio Haryanto dari tim Manor saat berlatih di Silverstone, Inggris, Juli 2016. (Reuters/Andrew Boyers)

Rio Haryanto dari tim Manor saat berlatih di Silverstone, Inggris, Juli 2016. (Reuters/Andrew Boyers)

Rio masuk ke dalam skuad cadangan sejak Juli, dan tak sabar ingin kembali ke medan balap.

Kompetisi untuk tiga slot terakhir dalam Formula One 2017 memanas namun pembalap Indonesia Rio Haryanto yakin ia masih punya peluang cukup besar untuk masuk.

"Tentu saja ada kans untuk kembali lagi. Kami bekerja keras untuk mendapat kursi lagi," ujar pembalap berusia 23 tahun itu kepada Reuters. "Harus tahun depan."

Rio memulai 12 kompetisi untuk Manor tahun ini, menjadi orang Indonesia pertama dalam Formula One, sebelum digantikan oleh pemula asal Perancis, Esteban Ocon, setelah German Grand Prix bulan Juli.

Ia masuk ke dalam skuad cadangan sejak itu, dan tak sabar ingin kembali ke medan balap.

Masa depan Manor saat ini masih belum jelas, dimana pemiliknya, Stephen Fitzpatrick, mengatakan pada Abu Dhabi Grand Priz akhir pekan lalu bahwa sedang ada pembicaraan tahap akhir dengan investor, dan mereka belum mengukuhkan dua pembalap mereka.

Kursi lain masih terbuka di Sauber.

Ocon telah pindah ke Force India untuk 2017 sementara Pascal Wehrlein dari Jeman, pembalap cadangan Mercedes yang berkompetisi untuk Manor tahun ini, telah dikaitkan dengan Sauber dalam spekulasi media jika ia tidak bersama lagi dengan timnya saat ini.

Manajer Rio, Piers Hunnisett, mengatakan kepada Reuters bahwa ia melakukan apa yang ia bisa dalam "permainan kursi panas."

"Saya cukup positif kita bisa melakukan sesuatu. Tapi semua terjadi begitu cepat dalam Formula One. Saya tahu kami masih mendapat dukungan dari Indonesia, media dan para penggemar. Sponsor masih berjalan," ujarnya.

Hunisett mengatakan fokusnya sekarang adalah lebih pada sponsor swasta di Asia Tenggara, bukannya dana pemerintah, meskipun Rio masih dapat mengandalkan dukungan yang masih berjalan dari Pertamina.

"Sulit menjustifiksi pemberian uang jika masih ada masalah perumahan dan isu-isu pendidikan dan kesehatan," ujarnya mengenai bantuan pemerintah.

"Kami telah mendapat sinyal-sinyal positif dari sponsor-sponsor lain, non-pemerintah, yang lebih mudah diupayakan. Bagusnya, Rio adalah satu-satunya pembalap dari Asia, jadi dari segi pemasaran...sampai Jerman, kami mulai mencari jalan ke pasar-pasar lain -- China, Thailand, Malaysia. Semakin banyak yang tertarik." [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG