Tautan-tautan Akses

Rihanna, Chris Martin Dukung Layanan Streaming Musik Baru Jay-Z


(L-R) Usher, Rihanna, Nicki Minaj, Madonna, Deadmau5, Kanye West, JAY Z, and J. Cole onstage at the Tidal launch event #TIDALforALL at Skylight at Moynihan Station on March 30, 2015 in New York City.

(L-R) Usher, Rihanna, Nicki Minaj, Madonna, Deadmau5, Kanye West, JAY Z, and J. Cole onstage at the Tidal launch event #TIDALforALL at Skylight at Moynihan Station on March 30, 2015 in New York City.

Beberapa nama besar di dunia musik termasuk Beyonce, Chris Martin, vokalis Coldplay dan Rihanna mendukung jasa streaming musik baru milik Jay Z, Tidal, yang diluncurkan hari Senin, (30/3) dan menjadikannya sebagai layanan streaming pertama yang dimiliki artis.

Pemilik lain layanan streaming tersebut, Kanye West, Daft Punk, Alicia Keys, Madonna dan musisi lainnya ada di New York pada hari Senin (30/3) untuk menandatangani deklarasi "era baru."

Namun, Tidal memasuki wilayah yang sudah ramai, dan menghadapi kompetisi ketat dari Spotify, Pandora Media Inc dan iHeartRadio milik Clear Channel. Tapi keterikatan Jaz Z yang dalam terhadap dunia musik bisa membuat Tidal lebih menonjol dari saingannya.

Para musisi mengeluh mereka tidak mendapatkan kompensasi yang sepantasnya untuk hak cipta musik digital. Selain itu, pengunduhan musik menurun karena layanan streaming semakin populer.

Tahun lalu, Taylor Swift menarik semua lagu-lagunya dari Spotify dan dianggap sebagai langkah yang mengejutkan. Lagu-lagu Swift tersedia di Tidal tapi lagu-lagu dari album barunya 1989 tidak.

Tidal mempunyai kesepakatan untuk hak cipta dengan semua label rekaman besar, menurut sebuah perwakilan dari perusahaan tersebut.

Walaupun acara yang dihadiri oleh banyak bintang tersebut tidak secara jelas membahas tentang kompensasi, Alicia Keys mengatakan, "Kami ingin menyediakan jasa yang lebih baik dan pengalaman mendengarkan musik yang lebih baik bagi para penggemar dan artis. Ini janji kami terhadap dunia. Misi kami lebih dari sekedar perdagangan, lebih dari sekedar teknologi. Tujuan kami adalah untuk melestarikan pentingnya musik dalam hidup kita. Musik adalah bahasa cinta dan tawa atau patah hati atau misteri.''

Tidal menawarkan campuran saham dan uang tunai kepada para pemiliknya untuk dukungan promosi, yang tidak termasuk hak cipta musik, seperti dilaporkan Financial Times. Seorang mitra menerima tawaran sebesar 3 juta dolar untuk saham 3 persen, menurut laporan tersebut.

Tidal adalah anak perusahaan Jay Z, Project Panther Bidco, yang membeli lebih dari 90 persen perusahaan streaming musik Swedia Aspiro AB sejumlah $54 juta awal bulan ini.

Dengan biaya sebesar 19,99 dolar per bulan, para pelanggan mempunyai akses kepada jutaan lagu dan video dengan tingkat kesetiaan yang tinggi. Ada juga pilihan biaya sebesar 9,99 dolar yang menawarkan kualitas suara biasa. Tidal tersedia di 35 negara dan para pelanggan bisa mendengarkan sebanyak mungkin lagu yang mereka inginkan ketika tidak terhubung dengan internet sepanjang perangkat mereka bisa menyimpan datanya.

XS
SM
MD
LG