Tautan-tautan Akses

Ribuan Wisatawan Telantar Akibat Letusan Rinjani


Abu vulkanik tampak keluar dari dalam kaldera Gunung Rinjani (di mana terdapat gunung Barujari) di Pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat pada 25 Oktober 2015 lalu (foto: Lalu Edi/Antara untuk Reuters).

Abu vulkanik tampak keluar dari dalam kaldera Gunung Rinjani (di mana terdapat gunung Barujari) di Pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat pada 25 Oktober 2015 lalu (foto: Lalu Edi/Antara untuk Reuters).

Ribuan wisatawan telantar di 3 pulau Indonesia setelah abu dari gunung berapi Barujari, anak gunung Rinjani yang meletus, memaksa penutupan bandara hari Rabu (4/11).

Ribuan wisatawan telantar di 3 pulau Indonesia setelah abu dari gunung berapi yang meletus memaksa penutupan bandara dan menyelimuti desa-desa dan lahan pertanian.

Gunung Barujari, anak gunung Rinjani di pulau Lombok memuntahkan abu dan batu-batu 3.500 meter ke udara hari Rabu (4/11), kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Letusan itu menghentikan penerbangan di bandara Ngurah Rai di Bali, kira-kira 135 kilomter dari Lombok, dan bandara Selaparang di Mataram, ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat, yang terletak di pulau Lombok.

Kemudian hari Rabu, bandara Blimbingsari di Banyuwangi di ujung timur pulau Jawa juga ditutup, kata Kementerian Perhubungan. Sejumlah 692 penerbangan internasional dan dalam negeri dibatalkan atau ditunda dari Selasa ke Kamis, kata kementerian itu.

Maskapai penerbangan diminta meenghindari rute dekat pegunungan tadi dan keputusan mengenai pembukaan kembali kedua bandara itu akan diambil Kamis pagi, kata jurubicara Julius Barata.

Rinjani termasuk di antara kira-kira 130 gunung berapi aktif di Indonesia. Kawasan Indonesia rawan terhadap letusan gunung berapi dan gempabumi karena lokasinya di “Lingkaran Api Pasifik,” garis retak bumi yang memanjang dari belahan bumi barat melalui Jepang dan Asia Tenggara. [gp]

XS
SM
MD
LG