Tautan-tautan Akses

Ribuan Warga Venezuela Demonstrasi di Karakas


Demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah sementara polisi menghalangi akses ke pusat kota Karakas, Venezuela (24/1). (AP/Ariana Cubillos)

Demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah sementara polisi menghalangi akses ke pusat kota Karakas, Venezuela (24/1). (AP/Ariana Cubillos)

Demonstran mengecam kelangkaan bahan-bahan pokok dan menuntut pemerintahan Presiden Nicolas Maduro untuk mundur.

Ribuan pendukung oposisi Venezuela Sabtu (24/1) turun ke jalan-jalan di Karakas untuk memprotes tingkat inflasi dan kelangkaan bahan pokok serta menuntut diakhirinya pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Demonstran mengecam kelangkaan bahan-bahan pokok mulai dari susu, gula, daging hingga tisu toilet dan bubuk jagung. Saksi-saksi mata melaporkan adanya bentrokan antara polisi dan demonstran, tetapi tidak ada laporan aksi kekerasan besar.

Politisi Maria Corina Machado, yang tahun lalu dipenjara setelah kerusuhan yang menewaskan lebih dari 40 orang, menuntut Presiden Maduro agar mengundurkan diri agar Venezuela bisa “bersatu dalam proses rekonstruksi nasional.”

Maduro, yang mulai menjabat pada 2013 menggantikan mendiang Hugo Chavez, saat ini hanya mendapat 22 persen dukungan publik dalam jajak pendapat.

Ekonomi Venezuela, yang 90 persennya bergantung pada ekspor minyak, sudah berada dalam krisis bahkan sebelum harga minyak dunia anjlok. Pemerintah Maduro dan pendukungnya menuduh pihak oposisi merusak perekonomian negara.

XS
SM
MD
LG